Putri hanya Butiran Debu dari Ribuan Kepak Sayap Garuda

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Cerita Satu:
Ada seorang sekretaris di sebuah perusahaan besar melakukan affair dengan Bossnya. Apakah kita akan serta-merta menyimpulkan bahwa semua sekretaris di perusahaan tersebut pasti melakukan hal yang sama ?

Cerita Dua:
Ada seorang ibu rumah tangga tanpa sepengetahuan suaminya melakukan perselingkuhan. Apakah kita berani menghakimi bahwa orang yang berprofesi ibu rumah tangga pasti melakukan hal yang sama ?

Dua cerita di atas adalah sebuah analogi dari kasus yang terjadi di Garuda Indonesia saat ini. Suatu hal yang pasti bahwa upaya menyama-ratakan suatu kasus yang dilakukan oleh oknum menjadi suatu peristiwa berjamaah adalah bukan tindakan yang bijaksana dan tidak dapat dibenarkan dengan pertimbangan apapun.

Tanpa menutupi suatu realita yang ada bahwa kasus Puteri Novitasari Ramli memang benar adanya. Dia seorang awak kabin Garuda Indonesia juga suatu kenyataan yang harus diakui. Tapi men-judge bahwa semua awak kabin berperilaku yang sama dengan Puteri adalah tindakan gegabah, salah dan sangat menyesatkan. Karena kasus Puteri dapat terjadi di profesi atau bidang pekerjaan apapun dan dimanapun.

Perlu diketahui publik tugas utama seorang 'Flight Attendant' atau awak kabin adalah 'flight safety' yaitu keselamatan penerbangan, bukan sekedar melayani penumpang. Awak kabin adalah profesi yang membutuhkan skill dan kualifikasi khusus. Tidak semua orang baik laki-laki maupun perempuan bisa menjadi awak kabin. Ada beberapa tahapan seleksi ketat yang harus dijalani oleh calon awak kabin. Jadi orang yang diterima menjadi seorang awak kabin adalah seorang profesional yang terhormat dan berintegritas.

Lalu bagaimana kejadian seorang Puteri bisa terjadi ? Bagi saya kasus Puteri adalah sebuah penyimpangan. Saya meyakini deviasi atau penyimpangan seperti itu bisa terjadi dimana saja dan bisa menimpa profesi apapun. Jadi sekali lagi menghakimi suatu profesi dengan standar moral tertentu adalah sangat tidak bijaksana dan salah besar. Jadi mari kita dewasa dan proporsional dalam melihat suatu persoalan.

Saran saya untuk manajemen Garuda agar Puteri segera diberikan sanksi yang sepadan. Menurut hemat saya dia layak untuk dikeluarkan dari manajemen Garuda agar kerusakan yang disebabkan oleh ulah dia selama ini tidak menyebar dan menjadi noda hitam dalam tubuh Garuda yang sudah bersinar terang.

Dan sebagai masyarakat media sosial, mari kita lebih bijak dan proporsional dalam melihat masalah dan tidak mudah menghakimi suatu kelompok masyarakat atau profesi tertentu. Untuk Garuda Indonesia yang merupakan Flag Carrier harus tetap kita jaga marwah dan eksistensinya, agar menjadi korporasi penerbangan yang menguntungkan, sehat dan selalu menjadi kebanggaan bangsa dan negara

So, Puteri hanyalah sebutir debu tidak berarti dari ribuan kepak sayap indah Garuda yang terbang mengekang dunia.

Salam SATU Indonesia

Sumber : Status facebook Rudi S Kamri

Wednesday, December 11, 2019 - 15:15
Kategori Rubrik: