Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman : Wahabisme Disebar Saudi Atas Permintaan Barat

ilustrasi

Oleh : Danz Suchamda

Supaya :
1. Bangsa2 dari negara jajahan tetap bodoh, kerdil, terbelakang; tidak bisa menjadi sadar, cerdas dan maju jaya. Terkurung dalam ghetto masing2. Takut mencari informasi yang benar dari luaran. Sehingga tetap bisa dikontrol isi pikirannya dengan otoriter atas nama agama.

2. Ketika hukum otoriter agama diterapkan, maka tidak ada kedaulatan rakyat. Semata hanya kedaulatan para ulama-proxy maupun centeng-agama yang dibiayai dengan dana ineliljen asing.

3. Mudah melakukan social-engineering (human farming) dan kontrol terhadap rakyat yang menjadi proxy-barat. Sehingga keadaan politik, sosial, budaya, ekonomi, hankam sebuah negeri tetap dalam kontrol kekuasaan intelijen asing.

4. Rakyat suatu bangsa menjadi mudah dan sukarela diperbudak, dieksploitasi, dan dimanipulasi untuk profit. Cukup dengan "atas nama agama" semua sukarela nurut tanpa banyak pikir. Sehingga asset suatu negeri bisa dihisap tanpa kesulitan yg berarti. Sementara sumber-daya-manusianya hendak di-farming (diternakkan) seperti ini : https://www.youtube.com/watch?v=k56NBsZXjr8sistematis ==>Suruh banyak manak, tapi gak ada kualitasnya hidup sebagai manusia. Cuman dijadikan resource politik atau ekonomi tergantung jenis biakannya
Sudah merasa senang, dilolohi makanan tiap hari tanpa susah2 nyari makan di alam bebas. Efisien, efektif, profit tinggi. Kalau tidak dibutuhkan bisa dieliminasi (atas nama hukum agama : tidak ada yg boleh membantah).

Lihat aja nasib yg ngadrun2 ==> pada jadi buruh pabrik, TKI dsb....semua hampir seragam dungunya. Yg perempuan nasib terbaiknya hanya jadi budak pemuas syahwat / penghias / asesorisnya lelaki. Itu bukan ditindas oleh sistem demokrasi, tapi JUSTRU AKIBAT dari sistem plokotow islami yang ditanamkan ke otakmu (kurungannya dalam batin)!
https://international.sindonews.com/…/putra-mahkota-wahhabi…

Tulisan ini sangat tajam mengulas tentang 'proxi war' oleh negara adidaya untuk menguasai bahkan meruntuhkan kepemimpinan suatu negara yang tidak menurut keinginan negara adidaya itu.

Indonesia nyaris menjadi korban tapi bahaya latennya masih mengancam melalui politisasi agama dengan organisasi gerakan keagamaan transnasional berideologi khilafah.

WAHABI PELURU USA UNTUK MELUMPUHKAN SUATU NEGARA & ISLAM

Musuh Islam bukan Nasrani atau Yahudi, tapi kebodohan umat Islam sendiri.
- Imam Ali bin Abi Tholib -

Pengakuan jujur Pangeran Saudi ini membuktikan analisa bahwa intoleransi, radikalisme, sampai aksi terorisme di negara-negara yang penduduk muslimnya cukup banyak hingga mayoritas, termasuk di Indonesia adalah bagian dari kampanye Wahabisme yang merupakan pesanan Barat atau Amerika Serikat.

Wahabisme itu ideologi yang mengajarkan umat Islam yang kaku dan asal-asalan membuat fatwah dan intoleran sehingga mudah disulut menjadi radikal berjuang seolah demi Islam yang puncaknya ingin mendirikan suatu negara khilafah tapi justru melanggar nilai-nilai Islam dalam Al-Qur'an.

Faham Wahabi ini adalah turunan satu karakter dari khawarij yang sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW.
Mereka Islam, bodoh tapi merasa paling benar.
Bahkan sahabat Rasulullah SAW saja salah dimata mereka dan dengan merasa paling benar Imam Ali bin Abi Tholib yang juga menantu Rasulullah SAW pun dibunuh oleh kaum khawarij.

Mirip saat ini, ustadz mereka yang baru mualaf ilmu cetek sudah berani menyalahkan bahkan menghina para kyai NU yang keilmuannya tinggi. Bermodal sepenggal ayat Al-Qur'an ustadz Wahabi ini sangat mudah mengharamkan apapun tanpa kajian mendalam.
Lalu jika ada yang membantah serta merta mereka tuduh Syiah.

Faham intoleran Wahabi dan Salafi yang digambarkan sebagai "sumbu pendek" ini akan umat Islam menjadi mudah marah, mudah menuduh fihak lain 'penista agama, diluar mereka haram, bid'ah, thogut, musyrik, murtad, kafir dan seburuk apapun akhlaqnya jika ikuti kata ustadznya mereka yakin akan masuk surga, disambut 72 bidadari.

Jika fanatisme sempit, mabok agama ini sudah terbentuk maka mereka mudah mengendalikan pandangan politik sesuai pesanan.
Pilih gubernur A, pilih presiden P, demo dzolim berjilid-jilid, boikot Sari Roti, ngafe di Starbucks, bakar dan ngebom gereja, bunuh polisi, perkosa atau merampok kafir dan semua kebiadaban jahiliyah musuh Islam dibilang jihad bela Islam.
https://m.facebook.com/story.php…
https://www.instagram.com/p/B7qJ2esp8vQ/
https://international.sindonews.com/…/putra-mahkota-wahhabi…
.
Pada tahap selanjutnya gerakan Wahabisme Salafisme ini akan mengkader gerakan radikal Jihadi dan Takfiri yang menghalalkan pembunuhan kaum kafir dan sesama muslim yang tidak sefaham dengan mereka.
Mereka akan menciptakan sel-sel teroris setelah direkrut dan dilatih di "zona perang" ciptaan USA.

Seperti di Afghanistan melalui Taliban dan Al-Qaeda mereka melahirkan combatan teroris Hambali, Amrozi, Imam Samudra, DR Azahari dan kawan-kawan seperti yang diceritakan mantan teroris tobatan Ali Imron.
Pencuci otaknya antara lain Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.

Tenggelamnya Al-Qaeda muncul ISIS yang menciptakan zona perang di Iraq dan Suriah.
Disini tidak tanggung-tanggung, rekrutmen jauh lebih masif melalui medsos mereka membangun sel teroris yang besar jumlahnya seperti JAD, JAT dan membangun kekuatan combatan Santoso di Poso serta jaringan individu.

Secara organisasi transnasional gerakan politik Wahabi punya Hizbut Tahrir yang di Indonesia sudah dilarang tapi dakwah sesat ustadznya masih gentayangan dan Ikhwanul Muslimin yang secara malu ngaku bercokol di PKS.
Jangan kaget.. kedua organisasi itu didirikan oleh dan berpusat di Inggris.
Sekarang jaringan globalnya dimanfaatkan oleh USA, agar tidak kentara pendanaannya lewat Saudi.

Untuk kamuflase gerakan mereka di Indonesia sering menghujat Amerika Serikat dan Yahudi.
Padahal tuannya Saudi justru dikendalikan dan pro Amerika Serikat dan Israel.
Mereka mau gabung ISIS menggempur Suriah yang Muslim.
Tapi walau suka gaya pakai syal bendera Palestina, mereka tidak pernah gabung Hamas yang Ikhwanul Muslimin untuk menggempur Israel.

Gerakan mereka sangat terstruktur dan didesain rapih oleh CIA melalui proxi mereka di tiap negara.
Gerakan mereka tujuannya adalah menguasai ekonomi dan sumber daya alam suatu negara.
Jika kepala negara tersebut ngeyel pada USA maka akan dijewer dengan aksi demo.
Masih bandel puncaknya kepala negara muslim yang tidak mau mengakomodir keinginan USA itu akan digulingkan.

Seperti Aksi 212 di Monas mirip dengan yang berhasil di Mesir, Libya, Tunisia, tapi gagal di Indonesia dan Xinjiang China atau dengan kekuatan teroris dan milisi combatan yang berhasil sebentar di Afghanistan dan gagal di Suriah dan masih bergolak di Yaman.

Atau pelarangan beribadah bagi minoritas, bangun gereja, wihara, pura, yel-yel kafir no, perusakan tempat ibadah minoritas, tuduhan penista agama, yel-yel bunuh kafir dll.

Dari gejala-gejala itu, sadarilah bahwa faham Wahabi itu sudah merasuki umat Islam di Indonesia.
Dan mereka adalah ahli neraka di dunia Islam yang akan merusak Islam.
Itulah yang ditakutkan pula oleh Bung Karno yang menyebutnya sebagai "Islam Sontoloyo".

Di saat negara ini subur intoleransi dan radikalisme, maka mudah persatuan kita dibelah karena sebagai bangsa kita sudah tercerai-berai. USA yang menguasai media mudah menggiring opini menggulingkan penguasa seperti Bung Karno lalu memasang penguasa boneka seperti Soeharto.

Aksi 212 berhasil diatasi Jokowi tapi itu belum usai, ustadz-ustadz mereka masih bergentayangan bebas bahkan selalu muncul di tv melakukan pembodohan pada umat Islam.
Sel teroris dan combatan mereka alumni Suriah masih hidup.

Umat Islam waspadalah, musuh Islam sesungguhnya ada dalam selimut kita.
Mereka sudah berselingkuh dengan USA.
Mereka menggenggam pisau yang setiap saat bisa menusuk kita demi menikmati maksiat dengan selingkuhannya.

Sumber : Status Facebook Danz Suchamda

Thursday, August 20, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: