Purnama Bertutur

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Tuhan itu Maha Kaya. DIA sudah menciptakan dan menyediakan segalanya sesuai dengan ukuran perut (kebutuhan) manusia secara cuma-cuma.

Tapi kemudian manusia memberikan nilai komersil atas apa yang sudah disediakanNYA. Sehingga terjadilah perebutan Sumber Daya. Disitulah awal terjadinya keterikatan Manusia dengan Materi.

Manusia tak lagi menjadi Makhluk Paling Mulia karena saling berebut dan menerapkan Hukum Rimba. Akibatnya, lahirlah strata si miskin dan si kaya.

Yang miskin ingin menjadi kaya, sementara yang kaya merasa belum cukup baginya. Celakanya, manusia merasa kehidupan ini tidak adil. Padahal yang menciptakan kehidupan ini adalah DIA Yang Maha Adil.

Manusia akan menyadari semuanya, saat sudah meninggalkan kehidupannya di dunia. Saat itu ia sudah merdeka dari belenggu jasadnya. Tak ada lagi keinginan atas perutnya (ragawi).

Ia tak lagi haus dan lapar, Yang ada hanyalah keinginan kedamaian Jiwa saat Ruhaninya menyatu bersamaNYA. Jiwa yang Ikhlas "melepas" keterikatan materinya akan mudah meraihnya. Jika itu tercapai, itulah yang dinamakan dengan SWARGA.

Sementara orang yang masih kuat keterikatan Jiwa dengan materi dan jasadnya, ia akan mengalami siksaan luar biasa. Masih merasakan lapar, haus, bahkan sakit jasadnya saat ulat tanah menggerogotinya. Karena "keterikatan" itu masih ada.

Dan orang yang tak percaya Tuhan serta kehidupan setelah kematian akan bingung menentukan jalannya. Tak mungkin ia kembali ke dunia karena raganya sudah mati. Padahal Jiwanya tetap hidup namun tak mampu "menyatu" dengan Tuhan karena terlanjur tidak mempercayaiNYA. Ia menetap dengan keadaan tersesat tak tentu arah dalam keabadian.

Inilah gambaran rangkuman tentang Kehidupan dan Kematian. Seperti sebuah keadaan terjaga dan bermimpi. Ketika masih di dunia, kita menganggap mimpi sebagai Alam Jiwa dan hanyalah sementara. Namun setelah kematian, Alam jiwa adalah keabadian dan kita seperti terjaga dari mimpi (dunia).

*Penuturan Purnama di Malam Jumat Legi

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Friday, December 13, 2019 - 12:30
Kategori Rubrik: