Pup Fiction

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Alkisah Jamaah Al Dunguniyah tabayyun ke profesor fiktif Kiyai Gerung. Mereka geram Abu Janda yang Maha Kafir itu berani-beraninya pakai cara mereka melaporkan Kiyai Gerung menista agama. Kan itu senjata mereka kok dirampok.

Jamaah Al Dunguniyah bertekad membela Kiyai Gerong bahwa agama itu fiksi bisa diterima. Buktinya Tungku Kompor bilang bener kata Kiyai Gerung itu. Tuh liat Flash Gordon.

Kiyai Gerung menjelaskan kepada mereka bahwa Tuhan itu menciptakan fiksi supaya kalian berimajinasi untuk mencapai telossss. ( Sambil menyembur ludahnya ).

Itulah eskatologi agama. Ini dialektila pemikiran saya yang sudah mencapai transendental melintasi batas-batas esrimologi, teoritis linguistik,filosofis agar kata fiksi lebih dipandang humanis .Tidak diswingkan menjadi fiktiffff. ( nyembur lagi ludahnya sampe kena muka jamaah)

Meski saya under graduate, pemikiran kayak gini sudah melampaui analisa kritis sekelas profesor lho..

Fiksi lawan fiksi bisa jadi fiksi atau fiktif. Kalau saya bilang agama itu fiksi. Anda.mau bilang apa? Is it factual? Gak. Instabilitas psikis bisa terjadi jika fiksi dilawan fiksi.

Paham kan? Jangam kayak IQ 200 sekolam itu.Kita ini lebih pintar loh..buktinya dah bisa bikin kaos sama cangkir.. Jadi paham ya?

Paham Kiyai...

Oke, kalau paham coba satu-satu simpulkan apa maksud penjelasan saya

.... diam lama.... jemaah clingak clinguk dan bisik-bisik : antum duluan aja , ana belakangan....

...... akhirnya...

+ Ehem.. (batuk grogi ) Kalau saya Kiyai Gerung, fiksi itu gimana caranya dapet mobil Terios. Keluaran baru.

++ Kalau saya, fiksi itu obat pusing namanya Eskadon.

+++ Kalau saya, fiksi itu pemanis dan Anis pak kiyai. Banyak bener tadi tis tisnya dan nis nisnya.
........

Kiyai Gerung pingsan dulu sebelum yang lainnya kasih penjelasan.

Demikianlah, asal mula hikayat jemaah Al Dunguniyah.

#naskahfiksistandupcomedy

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Friday, April 13, 2018 - 21:00
Kategori Rubrik: