Puisi untuk Sang Demonstran

Oleh: Afa Muafa

Terdengar kabar kau terciduk aparat, Kawan
Akibat demo yang kelewatan
Lagian siapa suruh demo sampai tengah malam
Dibubarkan tak mau malah kau pimpin kericuhan
Sedangkan demo sesuai aturan ya sampai petang

Tak kau acuhkan aparat yang menjaga keamanan
Kau pikir mereka gak ada kerjaan lain seperti kalian
Mereka juga punya anaki istri dan tempat untuk pulang

Aku tahu, ditangkap itulah yang kau inginkan
Makanya aku tak khawatir, wahai Demonstran
Bukankah kau memang memancing-mancing persoalan
Waktu demo sudah habis, kau tetap saja gentayangan

 

Kau memang ingin ditangkap, bukan?
Sehingga ada kesempatan disebut pahlawan
Agar namamu makin moncer tak berkesudahan
Buat bekal nyaleg kalau kampus memutuskan kau dikeluarkan
Identitas sebagai kader partai pun tak perlu lagi disembunyikan

Kau memang pemberani, Kawan
Begitu berani hingga amanat orangtua pun kau lawan
Disuruh cepat lulus malah ambil cuti kuliah enam bulan
Demi agar bisa demo kesana kemari memenuhi pesanan
Karena hasilnya memang lumayan

Kini aku punya satu pertanyaan
Kemana politisi yang kau bela mati-matian
Kenapa dia membiarkanmu ditahan
Sadarkah kau sudah menjadi alat meraih kekuasaan
Habis perkara, kau ditinggalkan

Kini terima saja nasibmu, Demonstran
Merasakan hangatnya ruang tahanan
Kau sendiri yang selalu menuntut agar hukum ditegakkan
Kini hukum ditegakkan, kenapa kau blingsatan
Kalau tak mau diciduk jangan melawan aturan

Kuucapkan semoga beruntung, Wildan!
Semoga nasibmu tidak suram
Seperti jidatmu yang kian menghitam
 

Friday, October 27, 2017 - 00:15
Kategori Rubrik: