Puisi Sukmawati

Oleh: De Fatah

 

Sukmawati sudah berkata jujur bahwa dia tidak tahu syariat, karena itu sebaiknya ajarilah dia syariat.

Sukmawati sudah berkata jujur, bahwa dia lebih adem mendengar kidung ibu Indonesia daripada suara azan. Karena itu ajarilah Sukmawati tentang makna azan.

 

 

Karena ketidaktahuannya itu dia dihujat, dia kita dimaki dan dia dihina, sebenarnya yang menghujat itu juga tidak mengerti ajaran Islam.

Hukum tidaklah ditetapkan kecuali setelah sampainya ilmu, itu yang diajarkan oleh Islam. Hukum tidak berlaku jika orang itu tidak tahu, lupa atau gila. Sukmawati tidak tahu, tidak paham, itu iya. Tapi dia tidak menghujat atau memaki.

Jika seseorang tidak mengetahui makna sholat, apakah dia harus dihukum? Tidak. Sebaik-baik hukuman adalah kita mengajarkan sholat kepadanya.

Puisi Sukmawati adalah contoh salah satu pemahaman orang terhadap Islam. Sama dengan pemahaman orang terhadap ISIS, bahwa ISIS itu juga Islam.

Teroris kebanyakan adalah orang Islam juga. Mau dibantah bagaimanapun mereka membawa simbol-simbol Islam. Dia mati pun dikubur secara Islam.

Parahnya, sebagian muslim secara terang-terangan membela ISIS dan pelaku teror, bahkan memujanya sebagai pahlawan Islam. Lihatlah jika mereka aksi, bendera ISIS dipuja-puja. Jadi, tidak ada yang salah jika ada orang berkesimpulan bahwa Islam itu radikal.

Bukalah mata, bagaimana Islam sudah dianggap teror bagi seluruh belahan negara-negara barat. Islam dianggap sudah menjadi ancaman.

Dari pelarangan masuk ke negara mereka, menggunakan hijab dibatasi, berkumpul di masjid diawasi, dan seterusnya.

Bahkan banyak umat Islam yang pindah ke agama lain atau menjadi atheis bukan karena ajarannya yang salah. Tapi karena muak melihat kebodohan sebagian umat Islam sendiri, yang berlaku horor. Tapi mereka yang paling keras teriak Islam itu rahmat lil alamin.

Lihatlah, bagaimana dulu Rizieq pernah berteriak, Ahok itu kutil babi. Rizieq juga pernah meneriaki Hary Tanoe babi. Jokowi goblok biadab dan Gus Dur buta mata dan hati. Menyakiti umat Kristen 'Kalau Tuhan beranak bidannya siapa ?"

Lihatlah, bagaimana Islam sudah dijual oleh Abu Tours dan First Travel. Lihatlah politisi-politisi Islam yang maling anggaran Al Qur'an, ada yang pakai istilah Al-Qur'an. Lihatlah kajian Zakir Naik, bagaimana dia merendahkan ajaran agama lain, dan banyak lagi.

Lalu, mengapa kita membiarkan bahkan ada yang membenarkan perbuatan mereka, tapi kita cepat sekali ngamukan terhadap ketidaktahuan Sukmawati ?

Padahal orang-orang seperti itu adalah contoh orang yang selalu membawa simbol-simbol Islam tapi kelakuannya jauh dari ajaran Islam.

Berkacalah saudaraku,... berkacalah, kadang sebagian muslim lebih sadis, bahkan ngawur dari ajaran Islam yang sebenarnya. Karena itu, banyak orang salah paham menilai kita.

 

(Sumber: Facebook De Fatah)

Thursday, April 5, 2018 - 21:30
Kategori Rubrik: