Puasa dan Menjauhi Jiwa Pendendam

Oleh : Akhmad Wijaya

Kalau hanya menahan lapar dan dahaga saja, banyak orang sudah melalui puasa dengan benar dan berhasil. Apalagi menahan hawa nafsu, amarah dan ketidakbaikan, inipun juga mungkin bisa dilewati dengan mudah. Anjuran dan tausiah tentang makna puasa utk berbuat kebajikan, kebaekan dan menjauhi dosa mungkin salah satu pemicunya. Terlebih konon pahala di bln puasa akan dilipatkan berlipat ganda oleh malaikat pencatat amal baek.

Di bulan puasa ini, Ada satu sifat, kebiasaan dan watak yg acapkali kita sulit menghilangkanya, yaitu dendam. Setiap selepas azan magrib (tentunya azan beneran, bukan contoh atau iklan tv) dan diperbokehkannya utk berbuka, seringkali kita menjadi pendendam yg ingin menebus semua keterbatasan dan ketidakbolehan di siang hari dengan pelampiasan yg maha hebat. Di malam hari menjadi waktu pelampiasan dahsyat atas dendam kesumat semua nikmat. Jika dendam terhadap dahaga dan kelezatan saja kita tidak bisa mengerem dan menghilangkannya, bagaimana mungkin kita bisa belajar menjauh dan bahkan membunuh rasa dendam atas prilaku org terhadap kita. Menjauh dan membunuh dendam atas keterbatasan dan ketidakbolehan saat puasa di malam hari, adalah langkah awal utk belajar menjadi org yg tdk pendendam atas apapun sikap dan perilaku buruk orang terhadp kita.

Mulailah dari yg paling kecil, mulai dari yg paling bisa dan paling mudah, mulai dari diri sendiri dan sekitar kita, dan mulailah dari saat ini sekarang juga. Selamat menunaikah ibadah puasa untuk para sahabat, semoga nikmat dan barokah kita peroleh di bulan terbaek yg indah ini, amieenn. ** (ak)

Sumber : Facebook Akhmad Wijaya

Sunday, June 12, 2016 - 05:15
Kategori Rubrik: