Puan Ngaco? Anies? Itu Baru OK

ilustrasi

Oleh : Karto Bugel

"Loh koq ngaco?"

Ya ngacolah...! Ngomong merah di tempat putih, ngomong Pancasila ditempat...hehehe.., bentar lagi akun ini dibredel.

Jangankan Puan, lha Armando 'yang bukan siapa-siapa" saja, diuber koq gegara omong jujur. Dipecat dari sukunya. Efek hajar Armando, tak seheboh Puan dong? Inilah kesempatan.

"Puan kepeleset?"

Siapa bilang? Itu pernyataan tepat! Tapi tentu saja bukan untuk sebagian kaum horor yang beneran sudah error.

Orang yang tiba-tiba "marah dan ngamuk" sebagai kalimat ganti "bahagia dan senang" ketika kesempatan itu muncul. Puan dianggap terpeleset.

Ya..,suka tidak suka, ada sebagian masyarakat Sumbar yang menunggu Puan atau petinggi PDIP, atau bagian dari pemerintah atau siapa saja yang mereka tak suka, berbuat salah.

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," demikian Puan berbicara.

"Salah?"

Yang benar itu Anis. Buat tugu peti mati! Viral bahkan di manca negara.

Paling tidak, Indonesia menjadi terkenal.

"Koq bukan DKI?'

Mana orang luar peduli Jakarta? Indonesia lebih menjual dibanding dengan ibu kotanya. Bahwa kini Indonesia dikenal dengan kekonyolannnya akibat tugu peti mati yang bahkan justru dijadikan arena piknik disaat pandemi, beruntungnya kita.

"Buruk dong nama Indonesia?"

Buruk? Walahh..,lha wong sertifikasi ulama saja mereka marah. Bupati akan copot ASN yang ga hapal Quran, dianggap hebat. Jalan tol dipakai sepeda, ide brilian. Trotoar dipakai jualan, berpihak pada orang lemah. Mbuh ahh...!!

Jamane jaman edan, sing ra edan ra komanan maka, edanlah!!
.
.
.
RAHAYU
Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Wednesday, September 9, 2020 - 18:30
Kategori Rubrik: