Psywar Mendekati Garis Finish

Oleh: Rudi S Kamri

 

PERHELATAN Pemilu terbesar, terumit dan terunik di dunia pada tanggal 17 April 2019 tinggal menghitung hari. Pada H-15 ini perkiraan saya akan banyak keanehan yang bakal terjadi. Serangan darat dari kedua kubu akan semakin masif dan pertarungan udara di medsos akan semakin seru. Dan yang akan terjadi perang urat syaraf (PSYWAR) akan semakin intens dan terkadang semakin menjijikkan.

Ini yang dilakukan oleh politisi tua yang tidak tahu diri Amien Rais. Manusia yang tidak tahu kapan harus bersikap bijak ini justru dengan pongah memprovokasi masyarakat dengan mengancam akan mengerahkan massa apabila terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Orang tua ini sudah terjangkit pikun atau amnesia. Dia lupa bahwa selama ini kubunya yang terbiasa dan punya rekam jejak panjang melakukan berbagai kecurangan dan kebrutalan publik.

 

Jadi saya berharap kita orang yang waras tidak terpancing dengan perang urat syaraf yang sedang dilakukan oleh Amien Rais dkk. Kita harus yakin bahwa KPU, Bawaslu, DKPP serta Mahkamah Konstitusi akan bersikap "proper" dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
Dan kita harus yakin POLRI yang didukung penuh oleh TNI akan mampu menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan terkendali dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini. Kita harus percaya dengan POLRI dan TNI. Kita bukan seperti Prabowo kan ?

Perang urat syaraf lain yang bakal terjadi adalah penciptaan opini publik yang menyesatkan. Hal ini saya prediksi akan semakin seru. Prabowo dan kelompoknya akan semakin masif dan gencar melakukan strategi CROC-BRAIN dan POST-TRUTH. Mereka terus menerus akan mendistorsi informasi dan kebenaran. Mereka akan tetap akan ngotot mengatakan warna PUTIH itu HITAM dan sebaliknya. 

Sebagai contoh :

Dia akan menciptakan HOAX, TNI kita itu lemah, padahal secara data justru TNI ranking 15 untuk kekuatan militer di seluruh dunia. Singapore yang dibanggakan Prabowo justru hanya masuk ranking 59.

Mereka akan mengatakan rakyat Indonesia itu semakin menderita dan kemiskinan bertambah padahal kenyataannya angka kemiskinan kita berhasil ditekan oleh Pemerintahan Jokowi mencapai hanya SINGLE DIGIT. Angka kemiskinan terendah sepanjang 74 tahun Indonesia merdeka.

Kelompok kubu sebelah pasti akan mendistorsi informasi bahwa mereka telah menang berdasarkan survey internal dan angan-angan mereka. Padahal kenyataannya berdasarkan hasil survey dari lembaga riset yang kridibel, Jokowi-MA tetap unggul dengan selisih suara mencapai 15 - 20%.

Bagaimana sikap kita menghadapi PSYWAR ?

1. DON'T BE PANIC. 
Jangan panik. Tetap yakin bahwa mereka seperti biasa sedang berhalusinasi dan menciptakan HOAX dalam rangka CROC-BRAIN dan POST-TRUTH.

2. ACCURACY DATA
Strategi CROC-BRAIN dan POST-TRUTH hanya bisa dilawan dengan ketenangan dan akal sehat sambil menyampaikan data yang akurat dan tidak terbantahkan ke publik.

3. KEEP FOCUS
Pada masa H-15 ini fokus kita bukan lagi menghadapi perang opini recehan yang dilakukan kaum kampreto. Karena tujuan kita bukan lagi membuat mereka beralih pilihan. Biarkan saja mereka dengan pilihan sesatnya dan biarlah kuasa Allah SWT yang memberi hidayah buat mereka. Tujuan dan fokus kita adalah menarik suara dari kelompok SWING VOTERS atau Undecided Voters. Itu sasaran utama dan fokus kita di waktu tersisa.

4. KEEP MOVING
Di waktu tersisa kita terus bergerak di darat mau di udara (medsos) untuk menambah suara dari Swing Voters atau Undecided Voters serta meningkatkan soliditas pendukung captive dari Jokowi-MA. Kita harus meyakinkan kepada para pendukung Jokowi-MA untuk meningkatkan dukungan sampai pada titik terakhir yaitu mencoblos di bilik suara TPS.

5. KEEP PRAY, PRAY AND PRAY
Hanya kepada Tuhan kita berharap agar membantu menyelamatkan Indonesia. Kita tahu berbagai akal busuk dan manuver mereka terkadang tidak bisa kita deteksi dan atasi. Biarkan Tangan Tuhan yang bekerja untuk melindungi kita, anak cucu kita dan Indonesia.

So, kita harus tenang dan optimis dalam menghadapi berbagai ulah kelompok mereka. Jangan terpancing. Dan kita harus yakin bahwa sejatinya Pendukung Jokowi-MA yaitu kaum akal sehat di Indonesia jauh lebih banyak. Dan kita harus yakin Tuhan pasti bersama kita, kaum pembela kebenaran.

SEMANGAT TERUS, SAHABAT !!!

Salam SATU Indonesia,
Sumber: Facebook Rudi S Kamri

Wednesday, April 3, 2019 - 01:45
Kategori Rubrik: