PSBB Lagi?

ilustrasi
Oleh : Mila Anasanti
 
Jakarta mengumumkan akan memberlakukan PSBB lagi. Saat ini hanya ada 7 daerah yang masih melakukan PSBB:
Provinsi DKI Jakarta, Banten, sedangkan kabupaten/kota yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok.
Kalau kita perhatikan persebaran kasus, terlihat seolah Jakarta yang paling 'merah', padahal Jakarta memberlakukan tes swab 4x lebih banyak dari standar WHO, wajar kalau yang kedeteksi juga banyak.
Jakarta bukanlah kota dengan kasus covid terburuk di negara kita, tapi gambaran prosentase covid paling mendekati nilai real, di bandingkan daerah lain yang kemungkinan jauh lebih besar dari Jakarta tapi tidak terdeteksi karena minimnya tes swab.
Bagaimana dengan Jatim yang jauh dari standar swab Jakarta tapi juga gak kalah merah? Artinya dari jumlah yang di swab positive ratenya jauh lebih tinggi.
Jumlah tes swab PCR harian yang dilakukan Pemprov Jatim, saat ini berkisar antara 4.500 - 5.000 tes. Butuh 5.700 per hari, untuk penduduk Jatim yang 40 juta jiwa.
Daerah lain?
Untuk sesuai standar WHO perpekan kita harus melakukan tes 1:1000 penduduk, idealnya jika warga negara 260 juta, maka perpekan kita harus melakukan swab tes sebanyak 260 ribu. Alias perhari setidkanya 36 ribu tes. Saat ini posisi kita masih di 11 ribu tes perhari, meski peralatan yang dipersiapkan harusnya mampu 30 ribu perhari, target pemerintah masih mengejar ke depan sanggup 20 ribu / hari.
Jadi, dengan angka tes yang masih kurang 1/3 dari standar, kita bisa amati grafik penambahan kasus baru harian di negara kita per 40 hari bertambah eksponensial dua kali lipat.
Coba perhatikan tiap 40 hari dari 500 kasus menjadi 1000, 40 hari berikutnya 2000, lalu 40 hari lagi 4000, dst. Maka grafik 40 hari ke depan penambahan kasus baru harian bisa kita prediksi akan mencapai 8000 kasus dengan total sekitar 400.000 kasus tercatat (2x jumlah kasus hari ini). Asumsi angka real jauh lebih tinggi karena tes kita baru 1/3 dari tes standar yang direkomendasikan WHO. Jadi ya kira-kira angka 40 hari lagi dengan tes standar harusnya terdeteksi 24000 kasus perhari, dan 1,2 juta kasus total.
Jadi, kapan kota yang lain mau menyusul Jakarta untuk PSBB? Atau masih mau nekat buka Bioskop atau percobaan buka Sekolah? Masih nekat kampanye dan pesta demokrasi (pilkada) ?
PSBB akan menjadi dilema bagi rakyat golongan bawah tanpa subsidi pemerintah. Namun penambahan kasus eksponensial akan membawa beban bagi anggaran pemerintah juga jika tidak segera dicegah. Trade off.
Tetap di rumah jika tidak darurat. Sebagaimana saya juga 'terjebak' di negara lain susah mudik, hiks.
 
Sumber : Status Facebook Mila Anasanti
Saturday, September 19, 2020 - 12:15
Kategori Rubrik: