PSBB Harus Diperluas

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Jakarta hari Jumat (10/4) bakal memberlakukan PSBB. Kumpul lebih dari 5 orang di larang. Transportasi dibatasi. Tapi akses keluar masuk Jakarta tetap dibuka. Dengan perkiraan makin banyak orang Jakarta yang tinggal di rumah dan sedikit yang bepergian.

Ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang tidak ingin lokdon yang mengakibatkan lumpuhnya kegiatan ekonomi.

Kita semua tahu, secara nasional ,pemerntah pusat telah menggelontorkan ratusan trilyun untuk membuat jaring pengaman sosial. Melalui diskon dan aneka penghapusan kewajiban. Melalui kebijakan bagi-bagi gratis sembako dan uang tunai pada kelompok miskin yang sudah terdata sebagai penerima kartu bantuan. Bantuan juga diberikan kepada mereka yang jatuh miskin kehilangan mata pencarian akibat kebijakan pemerintah daerah menangkal Covid 19.

Tidak hanya Jakarta yang kini mendata kelompok rentan ekonomi Convid 19 diluar data orang miskin yang mereka punya. Tapi juga seluruh propinsi di Indonesia.

Dana jaring sosial itu telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi negara kita terpotong setengahnya dari 5 hingga cuma 2,3 persen saja. Untuk mengatasi duit yang mengalir deras ini, pemerintah telah menerbitkan " pandemic bond" bernilai milyaran dollar dalam denominasi dollar yang kabarnya langsung laris manis.

Tujuannya adalah menambah pemasukan dalam bentuk dollar hingga rupiah yang sekarang seliweran di level 16 ribu bisa stabil di 15 ribu sesuai keinginan BI. Karena hasil jualaan surat utang itu akan dimasukkan sebagai pendapatan negara yang sebagian akan digunakan untuk mengatasi pagebluk ini.

Keberhasilan pemerintah menjual pandemic bond dan juga surat hutang lainnya, menunjukkan kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia. Yang meski lambat mengantisipasi pagebluk bisa bermanuver dengan jitu.

Artinya, pak Joko Widodo memberikan karpet kenyamanan dan ketenangan bagi dunia internasional. Bahwa cara Indonesia mengatasi pagebluk ini tidak menjadikan kerusakan ekonomi parah di dalam negeri hingga tidak menular ke kawasan.

Investor asing tetap percaya pada kita. Ini adalah sesuatu yang membuat kita senang dan aman.

Guyuran ratusan trilyun dari pemerintah pak Jokowi juga membuat tenang seluruh warga Indonesia termasuk pemimpin daerah dalam mengatasi wabah ini. Pemimpin daerah diberi keleluasaan melaksanakan PSBB dengan persetujuan pemerintah pusat.

Sekarang Jakarta bersiap melakukan itu. Dan daerah lain diperkirakan akan segera mengikuti langkah serupa.

Jawa Barat dan Banten dilaporkan mengajukan PSBB namun hanya untuk kota tertentu. Jawa Barat ajukan kota Bekasi, Depok dan Bogor. Sementara Banten ajukan Tangerang dan Tangerang Selatan.

Artinya, jika disetujui, maka PSBB akan berlaku untuk Greater Jakarta karena mencakup kota-kota satelit disekitarnya. Yang akan saling bahu membahu mengatasi wabah ini sesegera mungkin. Yang sangat efektif mencegah penyebaran virus ke daerah lain.

Itu sebabnya, kita juga mengusulkan pemerintah daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur memberlakukan PSBB terbatas pada wilayah pandemic. Bukan seluruhnya.

Jika dalam waktu 14 hari PSBB diberlakukan dan wabah bisa dikendalikan kemudian di tuntaskan sebagian besarnya pada awal Mei, maka bolehlah kita berharap umat Muslim bisa sholat Ied di lapangan tanpa masker.

Yang mau kebaktian bisa ke gereja lagi.

Yang mau ke pura dan vihara sudah tidak ada larangan lagi.

Karena yang kita harapkan itu, semua berkat kekompakan pemerintah pusat dan daerah ditopang penuh oleh segenap lapisan masyarakat.

Dengan pakai masker. Cuci tangan. 14 hari karantina mandiri. Dan membatasi jarak sosial buat sementara.

Buat kemaslahatan kita semua..

Sebab jika wabah ini terus berlangsung sampai Juni, perekonomian kita akan ambruk. Banyak perusahaan bangkrut. Banyak yang di PHK. Perekonomian kita kata Bu Sri Mulyani akan bangkit pada kuartal IV jika Covid 19 teratasi dengan cepat. Kita hanya punya jendela penyelamatan ekonomi yang sempit.

***

Jadi adalah tanggung jawab kita juga membantu pemerintah pusat dan daerah.

Untuk warga Jakarta, patuhi semua perintah PSBB karena dalam 14 hari kedepan terhitung sejak Jumat (10/7), anda semua menjadi tolok ukur keberhasilan kebijakan ini.

Yang indikatornya adalah :

Angka infeksi bisa jadi naik karena alat PCR yang didatangkan dari Swiss bisa mendeteksi ratusan orang dalam waktu singkat. Tapi kenaikannya secara prosentase perhari menurun meski jumlah bertambah tapi dalam percepatan yang stabil dan menunjukkan trend menurun.

Angka kematian mungkin juga meningkat karena ada pasien yang masuk dengan kondisi berat. Tapi percepatannya menurun sekaligus menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam melengkapi para medis dan dokter dengan protective gears yang memadai. Serta sumbangsih mulia para relawan Convid 19 yang menambah daya dorong upaya pemerintah menanggulangi wabah ini.

Tapi kita sangat berharap, angka kesembuhan juga meningkat signifikan.

Dan sekali lagi.. harapan ini tidak akan tercapai jika masyarakat , terutama Jakarta sebagai episentrum, tidak tunduk pada aturan yang ditetapkan.

Ayo pakai masker..

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Saturday, April 11, 2020 - 13:45
Kategori Rubrik: