Proporsional Menyikapi Masalah Ayus-Nisa Sabyan

ilustrasi
Oleh : Mamang Haerudin
Tidak ada satu pun orang yang tidak ditimpakan masalah oleh Allah. Masalah itu akan selalu ada, sampai kelak kita tiada. Masalah pribadi, pertemanan, keluarga, istri-suami, organisasi, perusahaan, masyarakat dan lain sebagainya. Sekali lagi, aturan Allah ini berlaku bagi saya dan siapa saja. Oleh karena itu, manakala Allah menimpakan masalah kepada Ayus dan Nissa Sabyan, kita tetap harus proporsional dalam menyikapinya. Memang emosi warganet tak bisa kita kendalikan, tetapi minimalnya pribadi kita tidak ikut-ikutan begitu saja seperti kebanyakan orang. Lagi-lagi ini semata-mata karena saya dan kalian semua bisa menghadapi kasus serupa Ayus-Nissa. Bahkan bisa jadi jauh lebih berat. Tersisip simpati dan empati di sini, bagaimana kalau masalah berat itu menimpa kita atau orang terdekat kita.
Ririe sebagai istri Ayus tentu saja sakit hati. Dan itu sangat manusiawi. Maka untuk Ririe pilihannya sedikitnya ada dua: apakah bertahan atau berpisah. Keduanya punya konsekuensi masing-masing. Tetapi berlarut dalam penderitaan, apalagi karena masalah ini terekspos media, bukanlah jalan keluar terbaik. Jauh-jauh hari saya selalu mengedepankan agar para perempuan dan istri tetap mandiri, sebelum maupun setelah menikah. Satu sama lain tak boleh ada yang ketergantungan. Istri dan suami hanya ditugaskan untuk saling mengingatkan, saling terbuka. Kalau di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, marah barangkali boleh saja asal dalam batas wajar, selebihnya tetap proporsional.
Inilah salah satu bentuk betapa Allah Maha Adil. Bahwa pernikahan itu bukan berarti hidupnya finish. Pernikahan yang memang harus kita jalani sebagai sebuah proses panjang yang membutuhkan ikhtiar dan doa yang tiada henti setiap hari. Sehingga bagi yang sudah menikah, tetap berhati-hati karena masalah bisa datang kapan saja. Kita harus lebih waspada dan belajar dari kasus-kasus berpisahnya istri dan suami karena tak tahan oleh masalah. Begitu pun bagi yang belum menikah, tidak perlu merasa gengsi, apalagi takut tidak kebagian jodoh, nikmati saja masa muda dengan belajar dan meraih prestasi.
Lalu apa yang harus dilakukan Ayus? Ayus sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan. Itu baik. Namun Ayus tidak boleh sekadar kata-kata manis. Dua tahun itu bukan waktu yang sebentar. Untuk itu Ayus harus meminta maaf satu per satu, terutama kepada istri, mertuanya dan orang tuanya. Ayus bisa menyatakan bahwa ia akan mempertahankan atau berpisah baik-baik. Masing-masing keputusan ada akibatnya. Terus meminta pertolongan Allah dengan tobat nasuha, sambil terus berupaya memperbaiki keadaan dan terus berkarya. Namun tentu Ayus harus tegas, tidak boleh plin-plan. Tegas dengan satu keputusan yang bertanggungjawab.
Wallaahu a'lam
Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa)
Tuesday, February 23, 2021 - 11:00
Kategori Rubrik: