Propaganda

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Wajah wanita tua itu nampak resah dan takut. Ia menangis. Bukan menghadapi harimau atau kecoa tapi menghadapi aparat PEMDA yang berseragam perkasa merampas dagangannya demi PERDA. Wanita itu sadar bahwa penguasa berhak dengan titahnya termasuk melarang orang berdagang di bulan ramadhan. Namun hal yang tak pernah dia bayangkan adalah keteguhan hati Pemda merampas miliknya demi seruan Agama.

Inikah ajaran agama yang dimaknai oleh penguasa itu. Bukankah ibadah puasa sangat pribadi antara orang dengan Allah. TIdak ada satupun orang lain bisa mengatur bagaimana orang lain bisa tertip melaksanakan puasa dan tidak perlu ada pemaksaan.Karena perintah puasa sangat jelas dengan bahasa sangat demokratis " Hai orang-orang yang beriman,...." ( QS. Al Baqarah: 183)

Artinya Allah tidak memaksakan orang puasa bagi yang tidak beriman. Soal iman ini bukan soal yang tertera di KTP tapi soal keyakinan antara orang dengan Allah. Di bulan puasa ini iman di buktikan , apakah orang benar benar beriman kepada Allah ataukah hanya selogan di lidah. Dan lagi dalam perintah puasa ada pengecualian bagi yang berhalangan sesuai diatur oleh fikih seperti para musafir, ibu yang sedang menyusui, dan lainnya.

Entah mengapa wajah tua itu masih membayang di pelupuk mata saya. Andaikan PEMDA lebih mengutamakan Perda yang berhubungan dengan hadith rasul " Bukanlah orang yang beriman yang ia sendiri kenyang sedangkan tetangga (yang di sebelah) nya kelaparan" tentu negeri makmur di bawah lindungan Allah telah terjadi. Apalagi hadith ini sesuai denggan amanah UUD 45 pasal 34 ayat (1) ,ini jelas applicable secara hukum maupun tujuan berdirinya kekuasaan untuk membela kaum duafa, dan memastikan tidak ada janda miskin melacurkan diri dan anak gadis di jual oleh keluarganya demi makan...

Tuan yang terhormat, rakyat sadar bahwa begitu banyak kewajiban negara yang tidak tunai dan tak pernah revolusi bangkit karena itu. Rakyat hanya ingin agar mereka tidak perlu di teror karena aturan yang membangun citra seakan kalian peduli padahal kalian sesunguhnya lalai kepada Hadith rasul dan UUD 45 ...Tahukah kalian bahwa sebagian besar barak pelacuran berasal dari kantong kantong kemiskinan di wilayah kalian...sudahilah propaganda murahan ini. Karena tidak ada keimanan melalui pemaksaan.** (ak)

Sumber : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Sunday, June 12, 2016 - 05:00
Kategori Rubrik: