Propaganda yang Mengadudomba

Oleh: Yusuf Muhammad
 

"Pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur, tapi mereka justru melakukan propaganda dan perusakan fasilitas umum."

Dari awal saya sudah menduga, bahwa aksi demo rusuh yg ingin menurunkan Jokowi adalah cara kotor oleh manusia picik yg ingin merusak bangsa. Padahal pemerintah sedang serius membangun infrastruktur secara merata.

Mereka melakukan perusakan sarana umum, kaca-kaca, halte dilempar batu dan taman-taman dirusak. Padahal itu semua dibangun menggunakan uang rakyat. Ketika mereka ditertipkan oleh aparat, mereka justru makin brutal dan terus merusak fasilitas umum lainya. Setelah itu, mereka akan menebar foto2 seakan pemerintah melakukan kekejaman dan membungkam suara rakyat. Tidak jarang foto hoax pun di sebar utk memanipulasi alam pikiran kita.

Benar kata Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

Terbukti bahwa kini bangsa lain sangat hormat terhadap Indonesia, tapi anehnya justru ada anak bangsa sendiri yang gemar melakukan upaya kognisi, propaganda dan bahkan adu domba. Ingat! Amerika pun tidak akan berani menyerang indonesia dgn senjata, tapi mereka hanya berani menyerang kita melalui propaganda yang disuntikan melalui berbagai macam cara.

Sebenarnya upaya ini mirip seperti yg dilakuka terhadap Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad yg di pengaruhi oleh Barat, terlebih saat Amerika menginvansi Irak sejak th 2003. Akibat invansi itu berpotensi terjadinya perpecahan dan permusuhan. Dan terbukti hingga sekarang di Suriah terjadi peperangan tak henti2nya.

Ah.... cara seperti itu sangat bodoh dan tidak laku di Indonesia.

Jika dulu Soeharto digulingkan rakyat yg dipelopori oleh mahasiswa melalui BEM diseluruh Indonesia, itu murni karena keinginan rakyat dan bukan propaganda seperti demonya sekelompok mahasiswa 'pekok' pecinta nasi bungkus. Ketika ditanya fungsi dan peran mahasiswa, mereka bisanya cuma garuk2 kepala kayak monyet di atas pohon kelapa.

Belum lagi soal PKI, semua itu juga bagian dari pengaruh luar yang menyusup melalui jalur Agama dan kepercayaan. Mereka yg memiliki faham radikal dan ekstrimis mencoba utk mengalihkan perhatian, terlebih saat pemerintah ingin menertibkan paham2 radikal tersebut, termasuk ormas2 yang anti pancasila. Maka issu PKI bangkit pun digulirkan utk meng-kamuflase-kan atas ketakutan dan keberadaan mereka.

Mereka sejatinya ingin membentuk persepsi yang akan memanipulasi alam pikiran kita. Semua itu menyusup melalui berbagai macam propaganda, baik dari jalur sosial, agama dan kepercayaan yang semua itu akan bermuara pada satu kepentingan politik.

Jadi apakah kita masih mau di adu domba dengan berbagai macam propaganda sehingga kita terpecah belah dan perang saudara seperti Irak dan Suriah?

Waspadalah....waspadalah....!!!

 

Sunday, May 22, 2016 - 12:00
Kategori Rubrik: