Proklamasi Dan Etnis Tionghoa

ilustrasi

Oleh : Nurul Khawari

Proklamasi dirundingkan di rumah warga keturunan Cina, dikerjakan konsepnya dirumah orang Jepang, meminjam mesin ketik orang Jerman, setelah itu diproklamasikan dirumah orang arab. Lengkap !

Pemuda pemuda revolusioner yang terlibat dalam proses itu adalah Achmad Subarjo pemuda Sunda, Sayuti melik pemuda kelahiran Jogja, BM Diah pemuda kelahiran Banda Aceh.

Setelah itu dibacakan oleh Soekarno pemuda Jawa dan Mohammad Hatta pemuda Sumatra.

Bendera dijahit Oleh Fatmawati, perempuan kelahiran Bengkulu, kemudian dikerek oleh Abdul Latief Hendraningrat pemuda Jakarta. Peristiwa bersejarah itu difoto oleh Frans Mendur dan Alex Mendur yang keduanya pemuda asal Menado. Selanjutnya berita soal proklamasi disebarkan melalui telegraph keseluruh dunia oleh Syahruddin.

Begini cerita singkat yang populer :

Tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta dijemput oleh sekelompok pemuda revolusioner.

Rombongan bersejarah itu sampai di rumah Djiauw Kie Siong. Seorang petani warga keturunan Tionghoa Hakka yang tinggal di Rengas Dengklok.

Di rumah tersebut, sekelompok pemuda mendesak Soekarno-Hatta untuk segera mengambil keputusan sebagai bangsa yang merdeka.

Setelah berhasil diyakinkan, rombongan tersebut bergerak ke Jakarta untuk merumuskan segala sesuatu untuk proklamasi kemerdekan.

Rumah yang dituju adalah sebuah bangunan kuno yang sekarang terletak di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Rumah tersebut ditempati oleh Laksamana Muda Tadashi Maeda. Seorang perwira Jepang yang sudah dikenal oleh Mohammad Hatta sejak tahun 1930 di Den Haag dan Berlin.

Dini hari tanggal 17 Agustus, naskah proklamasi diketik dengan meminjam mesin ketik dari seorang perwira angkatan Laut Nazi Jerman bernama Mayor Kandelar.

Setelah jadi naskah di bawa ke sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta untuk dibacakan. Rumah tersebut adalah milik Faradj bin Said bin Awadh Martak seorang pedagang keturunan Arab.

DIRGAHAYU 74 REPUBLIK INDONESIA

Sumber : Status Facebook Nurul Khawari

Sunday, August 18, 2019 - 13:45
Kategori Rubrik: