Profiling Reynhard Sinaga

ilustrasi

Oleh : Intan Pasaribu

Anak yang terlihat baik-baik, dari keluarga kaya, terhormat, rajin ibadah, rajin ke Gereja, cerdas, lulusan arsitektur, dua magister di Universitas Manchester dan S3 di universitas Leeds. Terbukti semuanya itu ndak menjamin ahlak dan moral seseorang.

Kasus Reynhard Sinaga adalah pelajaran bahwa

1. Laki-laki juga bisa jadi korban kejahatan sex

2. Orang mabok ndak bisa konsentrasi untuk sex

3. Pendidikan tinggi ndak menjamin moral seseorang

4. Laki-laki yang jadi korban juga mengalami trauma seperti wanita

5. Sistem yang pro korban itu PENTING, ndak cuma proses hukum, tapi juga pemenuhan hak korban untuk pendampingan dan pemulihan trauma.

6. SHAME THE RAPIST. Sebarin fotonya dan nama lengkap. Protect the victims. Jangan kebalik.

7. Orientasi seksual itu beda perkara dengan perilaku tindak kriminal. Orientasi seksual bukan penyebab perkosaan.

8. Perkosaan bukan tentang sexual desire. Perkosaan itu tentang merebut kuasa, tentang anger, hate.

9. Perkosaan itu disebabkan oleh kepribadian pelaku, terlepas orientasinya.

10. Jangan sepele dengan laki-laki tulang lunak

Sumber : Status Facebook Reynhard Sinaga

Friday, January 10, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: