Profesor ITS Pengasong Khilafah

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Bicara Khilafah, jihad, dan hal-hal spektakuler lain. Tapi morfologi dasar saja tidak faham. Ijazah (اجازة) dan mukjizat (معجزة) akar katanya beda, ijazah dan أجاز memperbolehkan, mengizinkan, sedangkan mukjizat dari أعجز, melemahkan. Mukjizat itu asalnya معجز mukjizun, adanya ta ة، untuk mubalagah atau memberi efek dramatik.

Dan maknanya pasti terminologis. Jadi kalau ada profesor nulis, "Setiap sarjana yang kami didik di ITS diharapkan dapat membuat banyak mukjizat bagi masyarakatnya. Mukjizat itu perkara yang istimewa bagi yang berilmu, tapi perkara yang biasa bagi sarjana", dia tidak faham artinya mukjizat.

Mukjizat secara definisi
خارق للعادة يظهره الله على يد مدعى النبوة تصديقا له فى دعواه مقرونة بالتحدى مع عدم المعارضة

"Sesuatu yang 'menyimpang' dari hukum alam, natural science, yang ditampakan oleh Allah melalui tangan orang yang memproklamirkan dirinya sebagai Nabi, sebagai pembuktian atas kebenaran apa yang diserukannya, disertai dengan kemampuan melemahkan dan tidak memungkinkan adanya perlawanan."

Banyak profesor yang belum menghargai ilmu, menghargai pakar-pakar dibidangnya, dengan cara mengindahkan stuktur setiap disiplin ilmu. Jangan menggunakannya dengan serampangan, apalagi diluar keahliannya, bukan bidangnya dan sama sekali tidak punya pemahaman atasnya.

Melewati setiap disiplin ilmu itu, kata orang Jawa "harus kulo nuwun", ada unggah ungguhnya, setiap bidang ilmu adalah lahan bertuan. Ilmu tak ubahnya rumah orang, Anda tidak bisa sembarangan keluar masuk, kecuali Anda anaknya, anak angkatnya, menantunya, besannya, kolega dekatnya.

Anda tidak bisa seenaknya, termasuk memaknai kata sesuka Anda. Profesor harusnya faham hal mendasar seperti ini.

Jadi kami mau percaya omongan Anda yang lain-lain bagaimana, yang sangat dasar saja kacau balau.

Ini profesor, bagaimana pengasong HTI yang kelasnya dibawah profesor? Kasihan mahasiswi yang cakep-cakep, cantik-cantik disuruh berdiri di pinggir jalan menuntut penegakan khilafah akibat dikibuli seniornya, termasuk profesor ITS ini. Tega sekali.

Kasihan. Miris.

Sumber : Status Ahmad Tsauri

Thursday, May 10, 2018 - 16:30
Kategori Rubrik: