Prof. Dr. Eddy OS Hiariej, SH. M.hum

ilustrasi

Oleh : Yudhi R

Prof. Dr. Eddy OS Hiariej, SH. M.hum, lahir pada tanggal 10 April 1973 di Ambon, Maluku dengan nama Edward Omar Sharif Hiariej.

Begitu lulus SMA tahun 1992, ia langsung mencoba masuk FH UGM lewat jalur UMPTN namun tidak lulus.

Baru setahun berikutnya, ia diterima menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Ia memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Sarjana hukum (1998), Magister humaniora (2004) dan Doktor (2009).

Prof. Eddy meraih gelar tertinggi di bidang akademis tersebut pada usia 37 tahun, satu tahun lebih muda dibanding Prof Hikmahanto Juwana mendapat gelar profesor termuda dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) di usia 38 tahun.

Saat diusulkan, usia Eddy masih 36 tahun. Dia juga mencetak rekor tercepat ketika menyelesaikan program doktoral selama 2 tahun 20 hari.

Menurut catatan Tokoh Indonesia.com, rekor ini belum terpecahkan, setidaknya di UGM. Dia terdaftar sebagai mahasiswa doktor, 7 Februari 2007 dan meraih doktor 27 Februari 2009.

Disertasi Eddy membahas soal penyimpangan asas legalitas dalam pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM).

Dia menjadi dosen (1999) dan Guru Besar (Profesor) hukum pidana termuda (1 September 2010) di almamaternya (UGM), Yogyakarta.

Ketika dikukuhkan menjadi Guru Besar Hukum Pidana, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, SH. M.hum menyampaikan pidato berjudul “Pembuktian Terbalik dalam Pengembalian Aset Kejahatan Korupsi”.

Di depan sejumlah audiens di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada, Senin, 30 Januari 2012, Eddy yang sudah ditetapkan menjadi profesor di bidang hukum pidana pada 31 Agustus 2010, dan akhirnya berkesempatan menyampaikan pidatonya yang bertema korupsi itu menyoroti tiga hal:

Pertama, mengenai persoalan korupsi itu sendiri.

Kedua, adalah persoalan pengembalian aset.

Ketiga, persoalan pembuktian.

Sebagai dosen, dia aktif dalam bidang penelitian. Dia banyak melakukan riset, antara lain, meneliti implikasi reposisi TNI–Polri dalam Bidang Hukum (2000).

Penelitian Rekrutmen dan Karir di Bidang Peradilan (2002); Riset Unggulan Terpadumengenai Regulasi Dunia Maya: Pengaturan Perdagangan, Pembinaan Dan Pelembagaan Serta Penanggulangan Kejahatan Di Bidang Teknologi Infomrasi (2003).

Penanggulangan Illegal Logging di Kalimantan Barat (2004).

Kajian mengenai pengaturan mata uang (2005).

Kajian mengenai pengembalian aset kejahatan (2008).

Dia sudah menulis lebih dari 100 karya tulis ilmiah dan artikel yang dimuat dalam majalah ilmiah dan berbagai media cetak. Dia juga telah menulis beberapa buku, antara lain:

Curah Gagas Dari Bulak sumur: Meluruskan Jalan Reformasi, 2003; Rekomendasi Untuk Presiden, 2004; Bunga Rampai Hukum Pidana Khusus, 2006; Pengembalian Aset Kejahatan, 2008; Asas Legalitas dan Penemuan Hukum dalam Hukum Pidana, 2009; Pengantar Hukum Pidana Internasional, 2009; Pengadilan atas Beberapa Kejahatan Serius Terhadap HAM, 2010; dan Teori dan Hukum Pembuktian, 2012.

PROK....!!! PROK....!!! PROK....!!! KITA LIHAT JADI APAAH....!!!?

Sumber : Status Facebook Yudhi R

Sunday, June 23, 2019 - 19:00
Kategori Rubrik: