Presiden Tidak Jual 800 BUMN

Ilustrasi

RedaksiIndonesia-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk merampingkan struktur perusahaan pelat merah yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menjual atau melebur (merger) anak-anak usaha perusahaan pelat merah yang dirasa sudah terlalu banyak.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah perusahaan pelat merah yang ada di Indonesia sekitar 118 BUMN. Namun, yang menarik adalah jumlah anak usaha BUMN mencapai 800 unit.

"Ya betul BUMN ada 118, tapi anak dan cucunya hampir 800. Tapi yang buat anak cucu cicit bukan saya, kan sudah ada dari dulu," katanya dalam acara Rakornas Kadin, di Jakarta, kemarin.

Dia pun telah memerintahkan mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) ini untuk melebur atau bahkan menjual anak-anak BUMN tersebut. Karena, anak perusahaan yang dibentuk tersebut sudah jauh melenceng dari inti (core) bisnis perseroan.

"Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 dimerger. Atau kalau perlu dijual. Ngapain BUMN ngurusin catering, nyuci baju. Langsung saya tunjuk langsung. Saya terbiasa blakblakan seperti itu. Untuk apa gitu," tandasnya.

Presiden mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 800 anak perusahaan BUMN dari total 118 perusahaan induk BUMN. Jumlah tersebut memang harus dilebur untuk menciptakan efesiensi. Terlebih kata Presiden, banyak anak perusahaan yang mengerjakan proyek di luar koridor perusahan pelat merah.

Sumber : Sindonews

Thursday, October 5, 2017 - 17:15
Kategori Rubrik: