Presiden Rasa Napi

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Bibib mau dicapreskan. KPU sdg membuat aturan ex narapidana tdk dibolehkan jd caleg, apalagi presiden. Lha ini pelarian dari hukum yg tdk dia selesaikan mau dijadikan capres. Entah apa yg ada didalam batok kepala orang2 yg punya ide itu.

Indonesia ini negara besar mau dibuat kerumunan seperti orang2 di pasar, asal comot yg penting bisa mbacot.

 

 

Kita tau sebenarnya mereka mati akal, tagar sdh dibuat # 2019 Ganti Presiden. Gantinya tdk jelas. Koar2 nyuruh Pak Jokowi sowan ke rumah hantu. Siapa yg perlu siapa yg mau. Wong ngundang saja beliau gak mau malah diminta datang, kok gak ada malu2nya. Malah semua mau jd calo. Terakhir Gerindra pula yg menawarkan diri, itu kulit mukanya sdh kebas kali, pagi maki2 Pak Jokowi, sore jual diri.

Kelas Gerindra, PAN, PKS, makin hari makin membuat kita mual dan seperti melihat kali dimuati penuh kotoran. Airnya keruh, bau menyengat, jangankan bermanfaat, masuk kemuarapun tak menyatu dgn air lain, bagaimana mereka bs menjadi energi.

Gerombolan pengacau ini makin ngawur, sy malu melihat politikus kelas terbang seperti ini, terbang sana, terbang sini. Tak jelas mau hinggap kemana, atau memang tak akan bisa, ibarat layang2 yg putus talinya.

Makin lama mereka melakonkan sirkus politik makin jelas kita menonton kemampuannya, makin tdk ada manfaatnya kepada negara, apakah kita biarkan bangsa besar ini mau diurus cuma dgn # Tagar.

Lucu, tapi ya ada di depan mata. Ada orang2 secara kasat mata bermanuver mengincar kekuasaan dgn jalan kelas murahan, mereka pikir bangsa ini barang jarahan. Sayang masih perlu waktu utk mencerdaskan para pemilih yg terpapar virus murahan, mereka masih senang yg palsu dan sekaligus " LUCU ".

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Sunday, June 3, 2018 - 22:15
Kategori Rubrik: