Presiden Ndeso

Ilustrasi

Oleh : Afib Rizal

Ya Allah pak-pak....Panjenengan itu kan Presiden. Mbok ya menikahkan anak itu yang elit dikit napa. Mulai dari milih calon besan ga bonafid banget. Besan pertama njenengan malah rumah saja tidak punya. Yang kedua malah sudah almarhum. Harusnya sebagai Presiden itu njenengan harus memperhitungkan kalkulasi politik. Artinya, milih besan itu yang punya kekuatan politik juga. Masak sebagai orang Jawa ga tau sejarah kerajaan kerajaan dahulu. Pernikahan itu ibarat menyatukan dua buah kerajaan dan dua buah kekuatan politik.

Kedua, acara pernikahan kok di rumah pribadi ? Wes jan ora lepel tenan. Sebagai Presiden kan anda punya istana banyak ? Pilihlah salah satu. Besan anda orang Batak, kan ada tuh istana di Parapat Danau Toba. Kenapa ga disana saja ?. Atau biar kayak artis artis, kenapa ga pakai istana Tampak Siring di Bali ?. Kejauhan dari rumah ya ? Kan bisa pilih istana di Jogja.

Ketiga, tamu undanganmu itu lho....kebanyakan kok rakyat jelata ? Ga elite banget. Mana surat undangannya malah seperti rakyat kebanyakan. Ga menunjukkan marwah Presiden. Seharusnya undang tuh kepala kepala negara top markotop seluruh dunia. Atau minimal para bussines man. Kan amplop mereka gede.

Keempat, ini yang penting. Katanya ga nrima sumbangan ya ? Waduh duh....ini nih. Kasihan banget ga balik modal dong. Jangan tekor pak kalau punya acara. Apalagi ga pakai fasilitas negara, bukan ?

Dari rakyatmu,
Yang selalu nyinyir dirimu.

Sumber : Postingan Johan Wahyudi di Group FB Sahabat Gus Dur

Thursday, November 9, 2017 - 11:45
Kategori Rubrik: