Presiden Dengarkan Keluhan Netizen Soal Tiket GBK

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Rupanya protes warganet tentang harga tiket timnas di Sleman dan GBK kemaren sudah sampe ke pakdhe

Mudah2an PSSI tidak lagi membuat harga tiket seperti kemaren untuk Asian Games nanti.

Bagi kawan2 yang berpendapat bahwa harga tiket dibuat mahal, untuk menyeleksi penonton yang berpotensi merusak stadion, sebaiknya sekali2 nonton di stadion. Supaya ngga membuat statement yang berpotensi menyinggung perasaan suproter bola militan tapi berkantong tipis

Saya yakin sebagian yang berkomentar begitu belum pernah menonton di stadion

Saya anggota Panser Biru (suporter PSIS Semarang). Walopun sudah lama tidak di Semarang. Sebagian anggota Panser adalah siswa sekolah, yang bahkan tak punya uang lebih dari 25rb untuk beli tiket..

Tanpa suporter militan, itu GBK akan kosong. Timnas bermain kesetanan melawan Malaysia dan Thailand misalnya, salah satunya karena dukungan dari tribun paling atas di GBK

Tribun paling atas, di Indonesia hanya dimiliki oleh GBK dan stadion BLA (Bandung). GBK dibagi dua, tribun bawah dan tribun atas. Tribun atas biasanya dijual dengan harga 50-75rb. Termasuk saat Piala Asia 2007 lalu. Padahal kemaren hanya pertandingan persahabatan, lawan Islandia pula. Bukan Belanda, Argentina atau Italia 

Mengedukasi suporter untuk tidak rusuh nyatanya telah dilakukan dengan baik oleh manajemen2 klub elit dan juga ketua orgabisasi suporter. Jakmania, Viking, Aremania, Slemania, Panser Biru dll rasanya sudah sangat jarang bikin rusuh di stadion, dalam beberapa tahun terakhir

Itu pula yang seharusnya dilakukan PSSI. Bukan sekedar bikin harga tiket jauuh lebih mahal

Jadi sebaiknya jauhkan diri dari komentar meremehkan para suporter bola militan itu.

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, January 16, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: