Presiden Cap Preman

Ilustrasi

Oleh : Iyyas Subiakto

Panas dingin suhu politik di Indonesia menjelang pilkada, pileg dan pilpres. Kl panas dinginnya pilkada diramaikan dgn OTT sampai ijazah palsu, lain menjelang pilpres, banyak yg jualan isu.

Pasar ramai dipenetrasi produk baru stok lama. Isu PKI dikemas ulang, tenaga kerja China dibumbui, hutang luar negeri dibuat seksi, sampai Tomy bisa ngajari Jokowi, dia amnesia bhw bapaknya yg membuat Indonesia merana dan anak2nya bisa poya2.

Dua partai produk Cendana langsung bisa ikut pemilu, tanpa suara tiba2 ada dan lulus tanpa syarat, entahlah apa memang krn harus ada bekas Cendana atau memang rakyat kita cepat lupa. Dan hebatnya pengikutnya dgn muka merona seolah mrk perwakilan orba yg bgt menjadi idola, pdhl mrk tak pernah merasa apa sebenarnya yg terjadi di tahun enam lima.

Gerindra, Berkarya, yg sdh pasti mengusung ketumnya akan jd dagelan luar biasa dimana PS dan TS akan nyapres. Dua duda ini akan bersaing pengen jd seperti bapaknya atau mertuanya. Prestasinya apa utk Indonesia, selain msh banyak duitnya dari kemudahan yg diterimanya saat bapak atau mertuanya berkuasa, skrg otak rakusnya bermunculan mau berkuasa.

Mereka mau mengulang mengacak2 Indonesia. Kawan sy mengatakan mana tau mereka sdh berubah. Sy hanya ingatkan berubah itu beda dgn "nelungsumi" yg cuma ganti kulit. Tdk akan ada perubahan, krn ular tdk akan menjadi Lumba-lumba.

Jebakan batman skrg didesign dengan banyak cara, cara halus, kasar, pura2, sampai malu2, dst. Ketua partai jualan tampang, billboard dimana2, mereka pikir jd presiden itu cm modal mesam mesem, kerja tak jelas pengalaman cuma ngasi statement mau ngurus negara. Dibilang gak punya kaca katanya kita menista, tapi nyatanya memang gak punya malu semua.

Negeri ini sdg dibangun berdiri mandiri oleh Jokowi, perlu integritas dan nutrisi kebangsaan yg lbh dalam bukan cuma gaya2an. Cukup sudah kt diacak2 orba yg berujung merana, jgn dicoba2 kali kedua mengundang malapetaka yg meninggalkan luka menganga. Kalau skrg ada anak muda yg tiba2 ada dgn gaya mau mencicipi orba jilid dua maka kt yg harus menghentikannya.

Indonesia harus diamankan ditangan pemimpin bertangan dingin, bukan membiarkan preman mengacak2 dgn balutan memupuk kebangsaan.

Sumber : Status Facebook Iyyas Subiakto

Sunday, March 18, 2018 - 13:15
Kategori Rubrik: