Presiden Boneka

ilustrasi
Oleh : Krisyanto Yen Oni
HAMBAKU JOKOWI.....
Dahulu kala, pada jaman kerajaan-kerajaan, segala sesuatu yang diperuntukan bagi seorang raja haruslah terbaik dari yang terbaik.
Dari pakaian, makanan, minuman, obat-obatan, hingga hal-hal yang terkecil sekalipun, haruslah semua yang terbaik dari yang terbaik.
Hal tersebut dikarenakan orang-orang pada jaman dahulu memandang seorang raja sebagai "utusan Tuhan dan atau utusan para dewa".
Makanan dan minuman misalnya; segala apapun yang dikonsumsi oleh sang raja, haruslah dicicipi oleh pelayannya terlebih dahulu.
Maksutnya adalah untuk memastikan makanan atau minuman tersebut bebas dari zat ber-racun yang dapat membahayakan hidup sang raja. Dan apabila makanan atau minuman tersebut ternyata mengandung racun atau zat berbahaya tertentu, maka yang menjadi korbannya adalah si pelayan. Itu sudah menjadi takdir seorang pelayan raja (hamba).
Saya yakin hukum tersebut masih berlaku/diterapkan oleh Bangsa/Negara yang system Pemerintahannya adalah Kerajaan, seperti Arab Saudi, nggris, Maroko, Thailand, Kamboja, Spanyol, Belanda,Yordania, Swedia, dan Denmark.
Hal ini tentunya membuat keputusan

menjadi sangat menarik.

"Saya Orang Pertama di Indonesia yang Akan Divaksin Covid-19", begitulah pernyataan resmi beliau. Hmmm....
Saya teringat ketika Bapak Bangsa Indonesia itu membuat pernyataan menohok menepis isu "PRESIDEN BONEKA".
"Saya Bukan Boneka, Kalau Boneka Rakyat Iya"!
Begitu ungkapnya mantap.
Nah yang terjadi kali ini lebih menakjubkan lagi.
Layaknya seorang hamba, dia menyerahkan dirinya menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19 yang oleh berbagai pihak masih diragukan keamanannya.
Seolah-olah Jokowi berkata; "Jika memang vaksin ini membunuh, maka biarlah saya yang mengambil resiko itu, biarlah saya yang menjadi martirnya. Biarlah saya yang pertama disuntik. Jika saya terbunuh oleh vaksin itu, maka tahulah seluruh rakyatku bahwa itu berbahaya, dan mereka terluput dari bahaya tersebut". TERBAIK!!!
Terimakasih Presidenku... Terimakasih Bapak Bangsaku... Wajar bila aku bangga dan kagum padamu...
Sumber : Status Facebook Krisyanto Yen Oni
Thursday, January 14, 2021 - 08:15
Kategori Rubrik: