Preman Hijrah

Oleh: Eko Kuntadhi

 

PGC itu singkatan dari Pusat Grosir Cililitan. Kayak ITC. Dia pasar atau mall. Biasanya yang namanya mall ada bioskopnya. Tidak ada yang aneh.

Seperti juga banyak mall. PGC punya musholla buat sholat. 

 

Studio XXI bermaksud membangun bioskop si PGC. Tapi ada yang protes. Mereka memprotes bawa-bawa agama. "Menolak pendirian bioskop, karena disana ada masjid!," tulis sebuah spanduk. Bangke.

Membenturkan bioskop dengan masjid emang efektif. Buat narik simpati orang mabuk agama terpercik emosinya.

Apalagi di spanduk tertulis juga umpatan rasis, "Usir China dari Cililitan."

Sebetulnya mereka memprotes apaan sih? 

Begini. Itu bukan spanduk protes. Itu cara preman mau minta duit. Nakut-nakutin orang. 

Kalau dulu, preman mengancamnya dengan kekerasan. Bawa golok dan kumis mablang. Biar orang takut lalu ngasih duit. Kini preman memeras dengan membawa-bawa masjid. Dengan jenggot ngacir. Tujuannya sama : duit juga.

Negeri yang ngaku paling beragama ini memang kayak kena tulah. Karena masyarakatnya banyak mabuk agama sampai nama Tuhan pun digunakan buat memeras. 

Di politik, bahkan sholat jenazahpun dimanipulasi demi kekuasaan. 

Agama diubah jadi racun.

Mestinya dari orang-orang seperti inilah agama harus dibela. Sebab jika dibiarkan mereka akan merusak dan memalukan agamanya.

"Mungkin ini yang disebut preman hijrah, ya mas?," celetuk Abu Kumkum.

(www.ekokuntadhi.id)

 
Friday, January 17, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: