Prediksiku Jarang Salah

ilustrasi

Oleh : Seruanhulu

Awal cerita dari pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Rizieq, sudah dimulai. Buntut dari pelanggaran tersebut dimulai dari pencopotan dua Kapolda, yakni Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar.

Dimana ke dua Kapolda ini dinilai telah gagal menegaskan aturan protokol kesehatan di wilayah hukumnya masing-masing. Mengingat pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Rizieq, bukan hanya di Jakarta saja tetapi juga di Jabar.

Apakah cukup sampai di sini? Tentu saja tidak.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga turut dipanggil di Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Rizieq.

Seperti kita ketahui, pada saat beberapa acara yang melanggar protokol kesehatan tersebut digelar oleh Rizieq, Anies Baswedan bukan menegur tapi justru malah ikut hadir dalam kegitan tersebut.

Padahal di sisi lain, Gubernur Anies sedang menerapkan PSBB di wilayah DKI Jakarta.

Ibarat kata, kau yang memulai dan kau yang mengakhiri, kau yang berjanji dan kau yang khianati.

Akibatnya, Anies sebagai Gubernur mau tak mau harus turut ikut bertanggungjawab atas pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Rizieq tersebut.

Bagaimana dengan Rizieq yang notabene sebagai pemilik acara?

Tanpa ditanyakan lagi Rizieq sudah jelas dipanggil oleh pihak Bareskrim Polri untuk dimintai pertanggungjawaban atas tindakan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukannya.

Artinya, sampai di sini prediksi saya sebelumnya bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak tinggal diam menyikapi masalah pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Rizieq adalah benar.

Pemerintah dan aparat keamanan bukan takut dan bukan juga cupu. Tapi mengingat ada beberapa hal yang menyangkut kepentingan umum yang harus dipertimbangkan, makanya terkesan ada pembiaran.

Dalam hal ini, poin pembiaran yang dimaksud juga sekaligus sebagai umpan bagi si pelanggar aturan dan semua oknum pejabat yang turut ikut mendukung kegiatan itu.

Ibarat kata orang-orang zaman dulu, menyelam sambil minum susu. Aduh minum susu pula, jadi ingat Mbak Nikita. Maksudnya menyelam sambil minum air.

Alhasil umpan tersebut berhasil dimakan mentah-mentah sehingga semua pihak yang turut ikut mendukung kegiatan yang melanggar protokol kesehatan tersebut ikut terperangkap, mulai dari Gubernur hingga ke Kapolda.

Sekarang kita tinggal menunggu hasil dari tindakan tegas yang sudah dimulai oleh pemerintah dan aparat keamanan.

Terlepas dari apapun hasilnya, hal ini tentu menjadi catatan penting dan peringatan yang cukup serius bagi seluruh masyarakat Indonesia bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak main-main dalam menegakkan aturan terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Sekaligus ini juga merupakan wujud keseriusan pemerintah dan aparat keamanan dalam melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19.

Sumber : Status Facebook Seruanhulu

Wednesday, November 18, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: