Predator Sex Berkeliaran Di Sosmed

ilustrasi

Oleh : Laeliya Almuhsin

Ini kasus serangan seksual fisik oleh pelaku BA pada 2004 yang membuatnya menjadi tahanan kota. Ditulis oleh korban pada November 2018 di Instagram untuk speak up. Penyintas bergulat dengan suasana batin trauma selama 16 tahun.

Diunggah kembali di sini (beserta nama IG) atas persetujuan korban. Berikut lengkapnya:

"Saya adalah penyintas penyerangan dan pelecehan seksual yang terjadi di Gedung Pusat UGM lt 2 pada bulan Maret 2004, saat saya masih menjadi asisten di jurusan Sosiologi dan pergi ke gedung pusat pada jam kerja saat saya hendak mengantar draft borang akreditasi jurusan tempat saya bekerja. Pelakunya adalah BA, orang yang tidak saya kenal, yang saat itu masih terdaftar menjadi mahasiswa D3 Ekonomi UGM. Pada saat itu saya melaporkan yang bersangkutan ke polisi dan yang bersangkutan menjadi tersangka tahanan kota. Ada banyak saksi, saya mendapatkan suport mental dan teknis dari Rifka Annisa dan mestinya berkas laporan saya masih ada di Polres Sleman.

Saya tidak pernah mencabut tuntutan itu sampai kemudian kasus hukum itu menguap begitu saja. Kasus saya juga sudah diketahui oleh Dekan dan Rektorat saat itu, tetapi tidak pernah ada tindak lanjut terutama terkait dengan sangsi kampus terhadap mahasiswa pelaku pelecehan seksual.

Sampai 14 tahun berlalu, saya belajar berdamai dengan trauma dan ketakutan saya atas penyerangan yang menimpa saya. Sampai ada kasus Agni ini, mendorong saya menguatkan diri untuk menggoogling-mencari tahu 'masa depan' pelaku pelecehan yang menimpa saya. Betapa kagetnya, yang bersangkutan, seorang tersangka yang tidak pernah diadili atas kasus hukumnya, bisa melanjutkan pendidikan dan lulus S2 dari Jurusan Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM dan menjadi dosen di sebuah Universitas Swasta di Yogakarta.

Artinya saat itu tidak pernah ada upaya serius untuk memberi sangsi akademis pada pelaku sampai dia pada akhirnya bisa sampai pada titik ini. Kampus juga tidak melakukan checking atas jejak pelanggaran hukum calon mahasiswa (yang tentu saja statusnya msh tersangka, blm divonis dan belum direhabilitasi) yang mendaftar pada program studinya.

Saya juga kecewa dan berat hati serta merasa tidak aman karena artinya yang bersangkutan bahkan hingga saat ini ada di circle yang tidak jauh dari circle tempat saya bekerja." @nurulhayun

Sumber : Status Facebook Laeliya Almuhsin

Sunday, August 9, 2020 - 17:00
Kategori Rubrik: