Prasangka BPJS

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Tadi siang saya ke RSUA (Unair) untuk mendapatkan layanan MRI. Saya bisa ke RS Bedah Surabaya dengan layanan cepat tapi dengan ongkos yang cukup mahal. Kali ini saya tidak ambil opsi itu. Sudah 2x saya MRI di RS swasta beberapa tahun silam. Karena kondisi keuangan sedang pada titik bawah, maka saya pakai BPJS.
Karena menggunakan BPJS, saya harus ke RS negeri dan antri.

Tidak bisa langsung MRI, harus besok. Tapi saya harus ke Balikpapan, dijadwalkan minggu depan. Ok saya memaklumi dengan antrian ini. Saya lihat ratusan orang dari berbagai kalangan,orang2 tua, harus dilayani di RS pemerintah untuk layanan kesehatan yang disupport BPJS setiap hari dari pagi hingga siang, mungkin sore. Para petugas kesehatan begitu sibuk memberikan layanan.
Banyak orang yang kini mampu berobat setelah ada BPJS. Bagi saya itu sesuatu yang positif.
Kebetulan mahasiswa S3 saya topik disertasinya tentang biaya premi BPJS dan sistem rujukannya. Studi ini untuk melihat bagaimana sistem rujukan yang tepat serta berapa premi yang harus dibayar. Jadi saya coba layanan BPJS di RS selain gratis, biar dapat info, ikut merasakan antrian meski tidak sesusah pasien lain (karena dibantu dokter kenalan).

Tidak mudah mengelola jaminan kesehatan bagi ratusan juta orang dalam rentang geografis yang luas, kondisi ekonomi yang bervariasi, fasilitas kesehatan yang terbatas dan distribusinya belum merata.

Hal ini akan makin rumit ketika banyak pihak yang tidak paham, berburuk sangka atau punya kepentingan lain ikut bicara. Sungguh rumit mengurus Indonesia. Mungkin negara paling susah di dunia untuk diatur karena luasnya, banyaknya pulau, jauhnya jarak geografis, banyaknya suku, perbedaan kemampuan ekonomi yang sangat bervariasi, banyak kepentingan.
Mari ikut berperan, jangan mengganggu, ikut memikirkan solusi untuk kepentingan kita bersama. Berpikir dan bersikap adillah terhadap suatu kebijakan. Indonesia tidak butuh banyak masukan atau kritikan, sudah pada tahu. Yang dibutuhkan, perubahan sikap dan cara berpikir.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Wednesday, September 4, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: