Prabowo yang Grusa Grusu

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Statement itu keluar dari suara Pak Prabowo sendiri, dan kalimat itu luar biasa serius. Banyak kalangan sdh membahasnya kenapa dan apa akibatnya orang yg punya sakit grusah grusuh. Kondisi itu inheren, given, jd sudah sifatnya, itu tabiat yg sulit di ralat.

Beda banget dgn Pak Jokowi, manusia yg ditempa oleh kesulitan dan tauladan orang tua yg penyabar dlm menapaki hidup, bergumul dgn kemiskinan, dan kekurangan membuat dirinya selalu berhati-hati baik dalam berkata, berprilaku, semua dipikirkan dulu, sebelum disampaikan, apalagi bagi seorang public figure yg punya massa.

 

 

Banyak cerita ttg Pak Prabowo, dari mulai Fadli dilempar HP, sampai anak-anak buahnya yg pernah di tampar lalu di kasi hadiah. Ini style, ini tabiat, ini tak mungkin dirubah, dan tidak bisa di paksa tobat. Kalaupun tenang sesaat, tak lama akan kumat.

Pernyataan Pak Prabowo bhw politik itu menang atau kalah, bkn baik atau buruk, adalah refleksi sikapnya dlm melakukan proses berpolitik grusah grusuh tadi. Asal menang, boleh dgn apa saja, iya relevan dgn pidatonya yg viral BAKAR RUMAHNYA RAMPOKLAH ISINYA. Ini tidak main-main, dan ini memang strategi militer.

Ada beberapa tipikal 7 presiden yg pernah dan sdg kita punyai. Soekarno sbg proklamator, semangatnya luar biasa dlm melindungi bangsanya, dia orator yg bisa mengguncang dunia. Soeharto, santun, agak diam, tapi penuh dendam, dia menjaga permukaan harus tenang dan kontrol politiknya mematikan, jgn ada lawan yg bs mengambil ruang utk menjadi besar, pasti dia hajar. Ekonomi di payungi subsidi, rakyat di suapi, dan akhirnya menjadi mental dangkal, semuanya mau murah dan gampang. Otak manusia itu ada bakat malasnya, maka, bila disuapi, dia cenderung menunggu, dia bukan pemburu, tapi peminta.

Presiden lainnya relatit tdk lama shg tidak bisa berbuat apa-apa, sedikit saja karyanya yg bisa menjadi pondasi Indonesia. Sampai kt memilih SBY, kita telah mengulang kesalahan yg nyaris sama. SBY 100 persen seperti Soeharto, kalem, glendam, glendem, makan dalem. 10 thn berkuasa Indonesia cuma dibuat ruang main mata utk berkuasa. Subsidi diteruskan, korupsi dibiarkan, lihat saja partainya yg penuh orang-orang doyan uang haram, bahkan dirinya jg dianggap membiarkan atau sekalian menjalankan, wallahua'lam.

Kontestasi pengulangan, head to head Pak Jokowi dan Pak Prabowo memang pergumulan yg seru, sayang posisi Pak Prabowo makin inferior, karena Pak Jokowi adalah petahana yg berprestasi, mau ditutupi bagaimana juga oleh para pembenci, tidak ada ruang itu utk bisa diisi. Apalagi strateginya cuma mengumbar caci maki, dan kebencian yg dipaksa jadi bancaan. Malah jadi lebih parah stlh Bu Ratna gagal oplas, raut wajahnya bkn makin mencorot, malah kelihatan melorot. Sejalan dgn image Pak Prabowo, yg sdh mengumbar isu bhw Bu Ratna di aniaya, gak taunya rekayasa. Orang bilang Pak Prabowo pura-pura saja, pdhl dia ikut disana. Bu Ratna mau dijadikan kuda troya, sayang nggak bisa masuk halaman.

Pak Prabowo, teruskan saja berjuang, tapi yg elegant, jgn seperti dagelan. Jangan ada statement politik tdk butuh kebaikan, justru skrg Pak Jokowi sdg melakukan. Dengan diamnya dia bekerja walau dicerca. Dengan sabarnya dia membiarkan diserang kanan kiri. Dengan tenangnya dia jalankan toleransi tanpa ambisi. Kami membayangkan andai saja Pak Jokowi pemberang, kita sdh lama berperang antar saudara. Apakah cara itu yg mau Pak Prabowo jalankan, maaf kami tidak siap untuk larut dalam carut marut, biarlah kami tdk punya presiden gagah, asal kami bisa sejajar dgn negara lain dan lebih bermarwah, bukan terus marah - marah, negara bisa bubrah.

Tenang saja Pak Prabowo masih banyak pengikutnya, walau sudah ketularan suka marah. Tahan sifat grusah grusuh karena bisa membuat negara rusuh dan gaduh. Walau filling kami Bapak bakal kalah, tapi insyaallah kami akan selalu ramah. Tidak usah ada rencana neninggalkan Indonesia karena negeri ini indah. Apalagi akan diberesi Pak Jokowi dalam dua kali mengabdi.

Terima kasih Pak Prabowi, anda telah membuat warna Indonesia lebih terang, dan kami makin sadar ada warna terang, gelap dan abu-abu. Suasanyapun mengasikkan kadang tegang kadang tenang, tergantung ritme serang menyerangnya. Tapi alhamdulillah karena Bu Ratna sudah diamankan, maka panas dinginnya pindah ke yg punya suara ada didalam rekaman HP Bu Ratna. Semoga saja Bapak tdk ada suaranya disana. Tapi tenang saja pak, karena polisi sdh siap apa yg akan dilakukannya. Selamat week end. Salam Indonesia.

#JOKOWILAGI

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Sunday, October 14, 2018 - 16:00
Kategori Rubrik: