Prabowo Terbukti Secara Sah Memerintahkan Penculikan 23 Aktivis

Oleh: Rudi S Kamri

 

BEBERAPA hari lalu beredar sebuah video yang terlihat dibuat dengan HP tentang penjelasan Jenderal TNI Purn AGUM GUMELAR yang menjelaskan dengan rinci pasca peristiwa kelam penculikan para aktivis mahasiswa dan aktivis pergerakan pada tahun 1997/1998. Saya yakin beredarnya video tersebut tanpa sepengetahuan Jenderal Agum Gumelar. Karena saya tahu pasti beliau bukan tipikal orang yang suka mencari sensasi atau mencari perhatian. Beliau terkenal sebagai sosok yang berintegritas tinggi.

Dalam video yang telah beredar luas tersebut Jenderal Agum Gumelar menjelaskan kronologi dibentuknya DKP dan hasil dari pemeriksaan DKP.

 

 
 

Siapa saja yang menjadi anggota DKP ?
1. Jenderal TNI Soebagyo HS (Ketua)
1. Letjen TNI Fachrul Razi
3. Letjen TNI Agum Gumelar
4. Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono
5. Letjen TNI Arie J. Kumaat
6. Letjen TNI Djamari Chaniago
7. Letjen TNI Jusuf Kartanegara

Penjelasan Jenderal Agum Gumelar sebetulnya tidak ada yang baru karena beliau dan juga Jenderal Fachrul Razi pernah menyampaikan penjelasan tersebut secara terbuka saat diwawancarai penyiar Metro TV, 5 tahun yang lalu. Inti penjelasan dari Jenderal Agum Gumelar adalah :

PERTAMA Prabowo Subianto terbukti secara sah MEMERINTAHKAN Tim Mawar Kopassus untuk melakukan penculikan 23 orang aktivis mahasiswa dan aktivis pergerakan. Dari jumlah tersebut 9 orang dibebaskan dalam kondisi hidup, 1 orang ditemukan meninggal dunia dan 13 orang hilang. Dan menurut penjelasan dari Jenderal Agum Gumelar 13 orang tersebut dipastikan telah terbunuh.

KEDUA Prabowo Subianto dianggap telah menodai kehormatan Kopassus, TNI AD dan ABRI (sekarang TNI).

KETIGA atas kesalahan tersebut di atas, secara bulat seluruh anggota DKP memberikan rekomendasi kepada Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto agar Letjen TNI Prabowo Subianto DIBERHENTIKAN dari dinas kemiliteran TNI.

KEEMPAT Agum Gumelar juga menjelaskan mengapa kasus tersebut tidak diteruskan ke Mahkamah Militer padahal kejahatan yang dilakukan Prabowo Subianto layak dihukum berat. Alasan satu-satunya adalah karena suasana kebatinan waktu itu dimana TNI sangat menghormati mertua dari Prabowo Subianto yaitu Jenderal Besar TNI Soeharto.

Uraian gamblang yang disampaikan Jenderal Agum Gumelar ini sangat bermanfaat bagi pelurusan sejarah dari peristiwa kelam tersebut. Dan saya yakin seyakin-yakinnya bahwa seluruh warga negara Indonesia yang mencintai NKRI dan Pancasila pasti sangat setuju dan mendukung dengan apa yang disampaikan oleh Jenderal Agum Gumelar. Karena Warga Negara Indonesia berhak mendapatkan informasi yang benar tentang apa yang telah terjadi di negara tercinta ini.

Kalaupun ada sebagian orang yang marah atau kebakaran jenggot dengan adanya penjelasan dari Jenderal Agum Gumelar dapat dipastikan mereka adalah kelompok orang Pendukung Prabowo Subianto yang saat ini sedang menjadi Capres. Abaikan saja keberatan dan kemarahan mereka termasuk dari politisi kampret kutu loncat dari Partai Demokrat Ferdinan Hutahaean.

Kegalauan Ferdinan Hutahaean bisa dimengerti karena Capres yang didukungnya kena pukulan telak yang tidak bisa dihindarkan dan dibantah. Dan Ketua Umum partainya yaitu SBY terlihat nyata sebagai sosok yang oportunis serta tidak punya integritas dan tidak punya pendirian.

Marahlah terus Fer, itu akan semakin menunjukkan dengan jelas betapa oportunis dan tidak nasionalisnya dirimu !!!

Untuk Jenderal Agum Gumelar Yth,
Jangan berkecil hati karena nyinyiran segelintir orang yang lapaknya kebakaran, Pak. Karena mayoritas rakyat Indonesia mendukungmu. Saya dan seluruh rakyat Indonesia yang berjiwa Pancasila dan cinta NKRI berdiri kukuh di belakang Bapak. Untuk itu tetaplah tegar dan lantang menyuarakan kebenaran, Jenderal.
Sejarah akan mencatat bahwa Bapak adalah manusia Indonesia yang gigih dan berani menegakkan kebenaran. GBU Jenderal

Masihkah Anda mendukung orang yang telah terbukti sebagai otak penculikan dan telah menodai kehormatan TNI, wahai kampreto ?

Salam SATU Indonesia,
Rudi S Kamri
22032019

 

(Sumber: facebook RUdi S Kamri)

Saturday, March 23, 2019 - 01:00
Kategori Rubrik: