Prabowo Sejatinya Tidak Ada Pendukung, Yang Ada Pembenci Jokowi

ilustrasi

Oleh : Indra Blanquita Hurip

Kenapa "pendukung" Prabowo begitu kecewa sampai konon hampir 1000 akun di Twitter unfollow akun Prabowo dan Gerindra? Kilas balik yuk.

Saat berkampanye, Prabowo berjanji apabila dia menang, satu hari setelah dilantik sebagai presiden, dia sendiri yang akan menjemput HRS dengan pesawat pribadinya.

Sayang disayang, ternyata dia tidak menang.

Belakangan, ada wacana salah satu syarat rekonsiliasi adalah bahwa pemerintah harus memfasilitasi pemulangan HRS termasuk membayarkan denda overstay-nya.

Hal tersebut tidak dipenuhi.

Tahu2 hari ini Prabowo bertemu Jokowi untuk rekonsiliasi. Tidak dibahas sama sekali soal HRS.

Maka "pendukung" Prabowo pun ngamuk dan kecewa. Dan ramai2 meninggalkannya. Sampai ada kata2 "goodbye" yang membuat suasana bagaikan drakor yang mengharu biru.

Kenapa kata pendukung saya kasih tanda kutip? Karena hari ini kita lihat bahwa mereka sebenarnya bukan mendukung Prabowo. Mereka adalah pembenci Jokowi dan pendukung militan HRS. Yang menjadi fokus perjuangan mereka adalah HRS, bukan Prabowo. Sampai banyak bermunculan baliho dan spanduk bahwa "warga daerah tertentu" bersiap menyambut kepulangan Imam Besar bla bla bla. Dan sekarang, dalam kekecewaan yang menyayat hati, mereka ramai membully orang yang tadinya mereka "dukung" habis2an.

Diperlukan satu kali naik MRT untuk membuka tabir bahwa semua ini bukan tentang memilih presiden, pemimpin negeri ini untuk lima tahun ke depan. Ini semua tentang bang Thoyib yang terpaksa masih harus indekos lima tahun lagi.

Tisu mana tisu?

Sumber : Status Facebook Indra Blanquita Hurip

Monday, July 15, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: