Prabowo - Sandiaga Uno Capres /Cawapres Yang Penuh Kepalsuan

Oleh: Nadia

Nasib Ratna Sarumpaet memang malang, setelah mati-matian membela Capres no urut 2 , Prabowo-Sandiaga  Uno, kini ia dilepas begitu saja untuk menghadapi kasusnya. Kemarin niatan untuk ke Chili (kabarnya menghadari acara budaya) tidak tercapai  lantaran  keburu dijemput oleh petugas dan saat ini statusnya tersangka. 
Ratna Sarumpaet pastilah tidak pernah menduga akan kesialan yang bertubi-tubi ia hadapi. Disaat ia dijadikan ‘korban’ oleh Prabowo cs  (yang terpaksa mengakui kalau ia hanya mengarang cerita tentang  wajahnya yang babak belur di pukuli orang) , ia juga akan di laporkan oleh Sandiaga Uno lantaran kebohongan yang ia ceritakan.

Kasus Ratna Sarumpaet  mudah ditebak  penuh kepalsuan lantaran sangat tidak mungkin Prabowo cs tidak mengetahui hoax pemukulan dirinya. Justru Ratna hanyalah actor yang dimainkan, dijadikan alat agar Prabowo cs bisa menyerang pemerintah dengan tuduhan tidak bisa memberikan rasa aman kepada warganya. Saat kepepet lantaran scenario busuknya terbongkar, Prabowo cs cepat-cepat cuci tangan seolah-olah ia juga di bohongi Ratna

Prabowo - Sandiaga penuh kepalsuan 
Kasus penganiaan  Ratna Sarumpaet hanyalah salah satu bukti kepalsuan  pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.  Sebelumnya sudah banyak  fakta yang menguatkan betapa palsunya  pasangan capres/cawapres yang diusung oleh Partai Gerindra, PAN, PKS dan Partai Demokrat ini. Sebut saja:

Pertama kasus Saracen akun yang selalu menyebarkan berita palsu, jahat dan penuh adu domba.  Saracen  terbukti pendukung prabowo dalam dunia medsos. Selalu asosiasikan Prabowo dan Sandiaga sebagai pabrik kepalsuan dan
Kedua, Pada Pilpres 2014 yang lalu , dengan pedenya kubu Prabowo merayakan dan mengumumkan kemenangannya  melawan Jokowi-Jusuf Kalla. Prabowo saking senangnya sampai sujud syukur di depan media. Pada akhirya ia harus menahan malu yang luar biasa ketika ternyata kemenangannya adalah kemenangan palsu
Ketiga, Prabowo pernah menyebutkan bahwa Indonesia tahun 2030 akan bubar. Tetapi setelah di telusuri ternyata  pernyataannya tersebut hanya berdasarkan cerita novel yang ia baca. Duh, sangat ironis bukan? Cerita fiksi kok bisa-bisanya di jadikan rujukan
Keempat, Sandiaga Uno baru-baru ditasbihkan menjadi seorang ulama oleh pentolan PKS. Sandiaga tanpa malu-malu memperlihatkan seolah-olah ia memang benar seorang ulama. Padahal  itu semua hanyalah palsu belaka, karena  ulama yang tersemat itu muatan politiknya sangat kental 
Kelima, dalam kampanye pemilihan gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2017 lalu, Sandiaga dan Anies getol menawarkan janji rumah dengan DP 0%. Janji itulah yang ia tebarkan untuk menarik dukungan massa. Tetapi alih-alih memberikan menepati janji pengadaan rumah Dp 0%, rumahnya saja belum ada. Pinter kan pasangan ini membuat janji palsu?
Masih banyak kepalsuan pasangan Prabowo-Sandiaga yang terus menerus di sampaikan kepada rakyat hanya demi ambisi politiknya. Dan sangat mungkin dalam 6 bulan kedepan menjelang Pilpres 2019 ini akan banyak lagi kepalsuan yang akan di pertontonkan oleh pasangan ini. 
Memalukan dan sangat mengerikan, seorang capres/cawapres tidak bermoral seperti itu.

#2019jangan salahpilih
#prabowocaprespalsu
#prabowo penuhkepalsuan
#2019JokowiLagi

 

Saturday, October 6, 2018 - 18:00
Kategori Rubrik: