Prabowo-Sandi Bingung Kampanye Dengan Nomor Urut 2

Ilustrasi

Oleh : Musrifah Ringgo

Pengambilan nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Indonesia mala mini. Proses rapat pleno pengundian nomor urut selain dihadiri kedua pasangan Capres Ir H Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga terlihat ketua-ketua parpol pengusung serta pendukung mereka. Dan pasangan incumbent memperoleh nomor urut 1 sementara pasangan penantang mendapat nomor urut 2. Bagi petahana, berkampanye dengan nomor urut 1 dibanding penantangnya.

Bagi Jokowi – Ma’ruf Amin, mau memperoleh nomor urut berapapun jauh lebih luwes. Lantas mengapa Prabowo – Sandi kebingungan dengan nomor urut 2?

1. Kita tahu beberapa pendukung Prabowo Sandi sering ketika menggelar orasi atau demo-demo sejak aksi 212 atau gerakan tagar GP seringkali mengacungkan telunjuk jari. Nah apakah mereka akan tetap mengacungkan telunjuk jari setelah pengundian mala mini?

2. Nomor 1 identik dengan raihan puncak tertinggi sebuah prestasi atau memenangkan pertarungan. Nah apakah mereka secara pede mengacungkan 2 jari sebagai nomor urut mereka di Pilpres 2019 mendatang? Secara psikologis mengkampanyekan nomor 2 dengan lawan yang sama menimbulkan tekanan psikologis yang berat. Beda halnya jika lawan yang dihadapi merupakan calon berbeda.

3. Nomor urut 2 menyulitkan pasangan ini untuk melekatkan pikiran pada rakyat untuk mengingatkan pada pasangan ini. Jika incumbent dapat nomor urut 2, mereka bisa melandaskan pada 2 periode. Atau bila mendapat nomor urut 1, siapapun akan mudah berkampanye sebagai pasangan terbaik.

4. Nomor urut 2 masih diuntungkan atau cukup strategis bila ada 3 pasangan capres. Namun pemilu tahun depan masih tetap sama dengan pemilu tahun 2014 lalu sehingga makin membuat Prabowo – Sandi sulit memakai nomor urut 2.

Dalam pidato resmi setelah pengundian, Jokowi berharap ajang Pilpres sebagai ajang demokrasi, bukan ajang untuk membenci atau menajamkan perselisihan baik dengan kelaurga, teman, maupun dengan orang yang berbeda pilihan. Hampir senada, Prabowo mengungkapkan "Sama dengan Pak Jokowi, saya harap dan saya berkeinginan dan saya menyerukan seluruh rakyat marilah kita laksanakan pemilu dengan sejuk, damai, semangat kekeluargaan untuk mencari yang terbaik untuk bangsa, bukan untuk cari kesalahan atau kekurangan masing-masing," ujarnya.

Nah kita tinggal lihat bagaimana 8 bulan kedepan para pasangan memanfaatkan nomor urut ini untuk meraih suara sebanyak-banyaknya. Dilihat dari mimic muka, body language, kalimat sambutan, pasangan Jokowi – Ma’ruf Amien lebih ringan dengan perolehan nomor 1.

Sesaat sebelum meninggalkan KPU, ketika dimintai pendapat oleh wartawan menyatakan makna angka 1 sebagai “Indonesia bersatu”.  Sementara Nampak saat keluar, Prabowo sesekali berjoget. Sedangkan pasangannya Sandiaga Uno banyak melayani foto dengan beberapa orang yang memintanya.

 

Friday, September 21, 2018 - 21:30
Kategori Rubrik: