Prabowo "Hilang", Insya Allah Indonesia Aman

ilustrasi

Oleh : Lutfi Bakhtiyar

Judul di atas hanyalah anti thesis dari thesis yang ingin dikembangkan oleh Republik Kertanegara," Prabowo menang, Indonesia Aman !"

Persis film terkenal di tahun 1980-an yang melambungkan nama Gepeng-Srimulat,"Untung ada saya !"

Zaman orde baru, strategi "menghilang" seperti ini biasa sekali. Setiap Pak Harto ke luar negeri masyarakat pasti mpot-mpotan karena akan muncul huru-hara besar, tak terkecuali kejadian reformasi 1998 yang meledak saat Soeharto ke Mesir.

Tetapi....

Kaburnya Prabowo Cs sepertinya sebuah skenario yang mengerikan sekaligus menggelikan.

Prabowo Cs akan merencanakan kerusuhan dari luar negeri.

Bom yang dirakit pendukung 02 akan diledakkan di tengah-tengah massa yang menuntut Prabowo menjadi presiden !

Demo-demo sendiri, ngebom-ngebom sendiri, mati-mati sendiri yang salah Jokowi......

Sebagai WNI yang tinggal di Jepang sudah pasti saya merasakan miris yang teramat sangat karena setiap kericuhan akan menjadi bahan olok-olok oleh negara lain, biasanya berimbas pada masalah ekonomi.

Bandingkan dengan Jepang yang mati-matian menjaga "citra negaranya."

Bahkan kasus pengeroyokan yang terstruktur dan sistematis di Sekolah Republik Indonesia saat penghitungan suara pertengahan April kemarin terus dikejar sampai ke akar-akarnya.

Si teroris pasti mengira kalau perbuatannya di wilayah properti Indonesia hanya akan berhadapan dengan hukum Indonesia.

Ternyata kepolisian Jepang dibantu KBRI malah semangat untuk mengusut....

Dan Jepang membayar mahal aparatnya dalam tindakan preventive (pencegahan) dibanding coercive (kekerasan). Apalagi jelang Tokyo Olympic 2020.

Kepolisian Tokyo pastinya akan mendapatkan berkah bisa mengurai mata rantai potensi kerusuhan di kalangan WNI.

Saat demo KPU kemarinpun ada beberapa orang WNI asal Jepang yang "manggung" di Jakarta. Padahal mereka tidak pernah protes pemerintahan kafir, dan tidak punya hak suara untuk ikut pemilu eksekutif ataupun legislatif Jepang.

Andai kita berfikir dengan logika Jepang, memperioritaskan pencegahan dibanding kekerasan secara lebih tegas, maka kaburnya Prabowo Cs merupakan berkah.

Cukup tangkal skenario brutal dengan mengusut setiap potensi kerusuhan meski mengatasnamakan "tour jihad 22 Mei" dan tunjukkan bahwa masyarakat berdiri di belakang KPU.

Biarlah para "si Mbah" menyaksikan nasionalisme dan kekompakan rakyat Indonesia sambil memegangi jantung yang mau kabur dari dada......

Jangan bukain pintu kalau mereka ingin pulang ke Indonesia. Merdeka !

Sumber : Status Facebook Lutfi Bakhtiyar

Saturday, May 18, 2019 - 19:00
Kategori Rubrik: