Prabowo Harus Kembali Berterima Kasih pada Jokowi

ilustrasi

Oleh : Irawan Nugroho

Terima kasih kepada Jokowi

Karena keterlibatannya dalam kerusuhan 1998 dan pelanggaran HAM di Timor Timur, Prabowo Subianto dicekal oleh pemerintah AS tahun 2000. Rencananya untuk menghadiri wisuda putranya Didit batal karena visanya ke AS ditolak. Tahun 2012 Prabowo mencoba lagi untuk mendapatkan visa namun kembali ditolak. April 2013, Hashim Djojohadikusumo datang ke Washington dan konon kabarnya mencoba melobi Kongres agar Prabowo diijinkan masuk ke Amerika. Namun belum juga berhasil.

Oktober 2019, Prabowo diangkat jadi menteri pertahanan setelah Jokowi memenangi pemilu. November 2019, Prabowo bertemu dengan Menhan AS Mark Esper di Bangkok, di sela2 pertemuan menteri pertahanan ASEAN. Desember 2019, Prabowo menghubungi kantor lobi James N. Frinzi, yang berkantor di Washington dan Austin, Texas. James Frinzi kemudian mendaftar dan mengajukan surat kepada Departemen Kehakiman AS berdasarkan Foreign Agents Registration Acts, untuk mewakili Prabowo dalam melobi pemerintah AS. Lobinya berdasarkan dua hal: Defense Trade dan Foreign Policy Relation. Dua kali James Frinzi melaporkan lobinya kepada Kongres bulan Januari dan Mei 2020.

Maret 2020, Prabowo dan Esper telpon2an membahas soal kerjasama militer dan Covid-19. Agustus 2020, keduanya kembali telpon2an dan berencana untuk bertemu langsung. Lobi yang dilakukan James Frinzi tampaknya juga berhasil merayu pemerintah AS untuk memberikan visa kepada Prabowo. Dan seminggu lalu, terdengar kabar Prabowo telah mengantongi visa untuk berangkat ke AS, negara yang memblokirnya selama 20 tahun.

Dengan ketegangan di Laut China Selatan saat ini, AS memang membutuhkan teman untuk menghadapi China. Walaupun pemberian visa kepada Prabowo ini adalah suatu pelanggaran kebijakan pemerintah AS, namun pemerintahan Trump tampaknya menutup mata akan hal ini, walaupun diprotes oleh sejumlah organisasi HAM dan Senator Patrick Leahy, perancang Leahy Law, yang melarang masuknya pelanggar HAM berat.

Namun, yang penting AS punya teman untuk kerjasama militer menghadapi musuhnya China. Ini jelas double-standard namun terpaksa harus dilakukan karena AS membutuhkan Indonesia saat ini. Dan hari ini Prabowo telah tiba di Washington untuk bertemu dengan Mark Esper Kamis besok.

Dari semua itu, tidak ada orang lain yang paling berjasa kepada Prabowo kecuali Jokowi, dan Prabowo pantas bersyukur diangkat jadi menhan oleh Jokowi sehingga bisa diterima kembali oleh Amerika. Good luck.

Sumber : Status Facebook Irawan Nugroho

Monday, October 19, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: