Prabowo Hanya Yakin Menang Meski Faktanya Kalah

ilustrasi
Oleh : Teguh Ningdin
 
Entah apa yang ada dibenak pikiran Capres 02, karena secara percaya diri menegaskan kemenangan dalam ajang Pilpres 2019. Padahal hampir semua quick count Prabowo dinyatakan kalah. Keyakinan Prabowo didasarkan pada exit poll, quick count maupun real ount internal BPN. Bahkan dirinya menyebut kemenangan mencapai 60,4%.
 
Sementara berbagai lembaga survei telah mengumumkan bahwa pemenang Pilpres adalah Jokowi dengan perolehan suara antara 54% hingga 56%. Lembaga macam Indo Barometer, LSI,  Kompas,  SMRC dan lainnya merupakan lembaga independen dan kredibel. Mereka pengalaman dalam melakukan survei maupun quick count Pilkada,  Pileg hingga Pilpres. 
 
Disisi lain, orang -orang dibelakang Prabowo juga banyak berlatar belakang akademik yang tahu banyak mengerti metode quick count.  Ini persoalan mendasar dan ideal nya mampu ditangkap secara baik. 
 
Toh Jokowi yang diklaim nemenangkan pertarungan tidak jumawa. Dirinya tetap meminta pendukung nya bersabar menunggu hasil real count KPU. Lihat saja tidak ada perayaan yang digelar besar-besaran oleh partai politik maupun relawan. Jokowi tidak hanya berusaha menghormati lawannya tetapi juga mendidik relawannya untuk tidak larut dalam kegembiraan berlebihan. 
Dalam 3 kali pers conference, tidak semua elit parpol koalisi Indonesia Adil dan Makmur hadir. Bahkan dalam dua konpers awal Cawaores Sandiaga tidak terlihat batang hidungnya. Dia disebut-sebut sedang sakit. Baru pada konpers Kanis, Sandiaga hanya nongol 15 menit tanpa berbicara apapun.  Bukan kah hal ini mengindikasikan bahwa ada beban psikologis yang diterima Sandi? 
 
Pun dengan abstainnya AHY yang mewakili SBY atau bahkan beberapa pimpinan PKS?  Juga Zulkifli Hasan yang tak terlihat batang hidungnya?  Mereka mengalami dilema cukup besar pasalnya secara partai perolehan mereka dari quick count lumayan tinggi. Beberapa survei yang menyebutkan bahwa mereka sulit menembus electoral treshold jelas terbantahkan.
 
Kembali ke Prabowo, nampaknya ada persoalan psikologis yang cukup serius. Dia seperti nya tidak benar-benar memahami ilmu survei, quick count, hitung cepat dan lainnya. Selayaknya orang-orang terdekat memberi tahu bahwa dalam electoral, ada metode ilmiah yang memang dapat dijadikan patokan mendapatkan hasil secara cepat. Jika prabowo ragu terhadap hasilnya, undang dan ajak diskusi pimpinan lembaga survei itu untuk mendapatkan penjelasan sehingga tidak akan dipermalukan kelak.
 
 
Saturday, April 20, 2019 - 12:45
Kategori Rubrik: