Prabowo Berhubungan dengan Simpatisan ISIS

Oleh: Kajitow Elkayeni

 

Prabowo memang akan menggunakan cara apa saja untuk menang, termasuk menerima dukungan simpatisan ISIS. Insiden marah-marah di atas Alpard kemarin berbuntut panjang. Ternyata mobil itu menurut penelusuran adalah milik Chep Hermawan, Presiden ISIS Indonesia.

Plat nomor mobil itu aslinya B 0264 RIS. Angka 0 sengaja dihilangkan dan angka 2 dijauhkan, agar terbaca "Garis". Itu adalah nama kelompok simpatisan ISIS yang diketuai oleh Chep Hermawan. Dengan kata lain, mobil yang dipinjamkan ke Prabowo itu plat nomornya telah diubah.

 

 

Tapi tenang saja, polisi tidak akan berani menindaknya. Soalnya ada Prabowo yang kebal hukum di belakangnya. Kecuali si coro itu dikorbankan demi nama baiknya.

Itu artinya, di kubu Prabowo ada kekuatan ISIS Indonesia. Maka sudah terang sekarang, para perongrong NKRI tumplek-blek di sebelah. Selain HTI, FPI, ternyata simpatisan teroris ISIS juga bermukim di sana.

Prabowo menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Kelompok yang hendak merobohkan negara ini menumpang di kubu Prabowo.

Sekarang tinggal para pemilihnya saja. Kewarasan kita menentukan masa depan negara ini. Jangan berkata tak mungkin, mustahil. Dulu sebelum Taliban berkuasa di Afganistan juga begitu. Kelompok intelektual adem-ayem. Ternyata begitu mereka berkuasa, kelompok intelektual yang pertama kali mereka singkirkan.

Saya tidak heran jika sebentar lagi kelompok sebelah membuat bantahan. Lalu kelompok anti hoax menggunakannya sebagai antitesis. Maksudnya sih cover both sides, tapi mereka tak paham prinsip dasar jurnalistik, narasumber kompeten itu unsur terpenting.

Mosok Dahnil si tukang hoax dijadikan narasumber? Becanda juga tak sekonyol itu keleus.

Sekarang ini hoax dijadikan peluru. Bahasa kerennya disinformasi. Padahal seringkali adminnya tak paham logika. Definisi "disinformation" saja mungkin juga kabur. Atau satire dibabat habis dengan tuduhan hoax. Ya sudah, mau bagaimana lagi. Berpikir waras itu memang berat. Apalagi bergaya mau menginvestigasi kasus.

Tapi itulah Indonesia, orang sebodoh Tengku Zul saja bisa jadi ulama, apalagi hanya seorang admin anti hoax, yang entah apa latar belakangnya. Bisa jadi hanya tukang gulung kabel, dan kita dibuat terweleh-weleh olehnya...

https://m.detik.com/…/ini-profil-chep-hermawan-presiden-isi…

Kajitow Elkayeni

 

(Sumber: Facebook Kajitow Elkayeni)

Wednesday, March 13, 2019 - 15:45
Kategori Rubrik: