Prabowo Akan Mundur Jika

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Pertama, Kampret gak kunjung sadar kalau beliau sebenarnya adalah "Timses" Jokowi. Terbukti setiap kali Jokowi diserang isu atau fitnah, Prabowo selalu melakukan blunder. Mulai Fatekhah dibalas Hulaihi dan Watulo, isu gak bisa ngaji dibalas gak mau tes ngaji, isu jadi Imam Sholat sebagai pencitraan dibalas gak bisa jadi Imam Sholat, tudingan plonga plongo dibalas gak siap debat dengan revisi visi misi, Isu Agama Jokowi malah dibalas pernyataan yang Prabowo Anti Khilafah, merayakan Natal dan lain sebagainya.

Kedua, Kampret tidak paham dan gak sadar bahwa mereka sebenarnya adalah "antek" asing. Yaitu pihak luar yang menginginkan negeri ini selalu ribut dan kalau bisa berujung rusuh. Mereka yang sakit hati karena potensi pendapatan dari hasil mengeruk SDA di Bumi Pertiwi dipotong oleh Jokowi. Mulai Mahakam, Rokan hingga Freeport yang selama puluhan tahun mereka kangkangi. Ditangan Jokowi, semua berhasil direbut kembali.

Lantas, bagaimana caranya menciptakan para kampret untuk menjadi "antek" mereka? Yaitu dengan memanfaatkan kebodohan dan keserakahannya. Pada tataran bawah, cukup dengan memanfaatkan kebodohan dan relatif murah bahkan tanpa biaya. Misalnya, dimulai dengan cara postingan Like, Share dan Amin dengan iming-iming Surga. Disitu sudah dapat terpetakan berapa kuantitas dan komposisi masyarakat yang mudah dipengaruhi alam sadarnya dengan menggunakan simbol-simbol identitas. Coba bayangkan, hanya dengan like and share gambar ikan berlafal misalnya, mereka langsung terobsesi Surga.

Level lebih tinggi bukan lagi orang-orang bodoh. Bahkan memiliki latar belakang status sosial ekonomi yang lumayan. Tapi beberapa dari mereka ada yang sedang mengalami "Pubertas Agama". Ada yang sedang kebelet Surga hingga mampu mau merogoh kocek sebesar Rp.5 juta untuk kepentingan politik yang dibungkus Agama. Ada juga yang kebelet popoularitas dengan cara memberikan ceramah yang provokatif untuk mendongkrak namanya. Kebanyakan juga pemuka Agama anyaran yang baru mengalami "Pubertas".

Nah, sedangkan untuk Kampret level atas seperti para politisi serta pemuka dan pimpinan Ormas Agama misalnya, tentu ada imbalan atau kompensasi tertentu. Contohnya, kasus Papa Minta Saham yang melibatkan para tokoh dan politisi. Begitu juga adanya Ormas Agama yang terima order aksi. Bahkan isunya, salah satu pimpinan mereka malah menjadi pengacara Freeport. Inilah yang dimaksud dengan keserakahan yang dimanfaatkan oleh pihak asing agar mereka bersedia menjadi "antek"nya.

Maka dari itu, sebagaimana judul diatas Prabowo akan mundur bisa jadi jika para Kampret tak kunjung menyadari kebodohannya. Padahal sudah berkali-kali Prabowo mencoba meredam isu dan tensi yang mulai memanas. Ingat nggak pret? Waktu Prabowo berkuda berdua dengan Jokowi menjelang aksi 212? Juga berpelukan mesra ditengah arena pencak silat Asian Games saat kalian ngotot bikin deklarasi Ganti Pesinden dimana-mana? Masih gak nyadar juga kalau Prabowo itu sebenarnya adalah "Timses" Jokowi.

Jadi, kalau masih belum nyadar dan kini malah habis-habisan menyerang penyelenggara Pemilu, ya udah biar saja Prabowo mundur dan Jokowi lanjut untuk periode kedua. Atau biarkan ini menjadi manuver beliau untuk melakukan "Aksi Maju Mundur Cantik" ala Syahrini untuk memberikan kesan bahwa beliau bukanlah lawan sepadan untuk Jokowi, kalah sebelum bertanding dan tidak layak untuk kalian dukung lagi?

Piye Pret? Loro opo ora atimu? Itu kan juga akibat kebencianmu yang sungguh terrrlaaalu! Hingga menghilangkan akal sehatmu? Tapi Pret, tulisan ini hanya berdasarkan analisa dari SILIT (Saluran Internasional Langsung Ilmu Telepati). Jadi bisa benar, bisa juga salah! Tapi perasaan kok banyak benarnya ya? Hehehe..

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Tuesday, January 15, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: