PPDB Jateng Kacau, Instagram Gubernur Ganjar Pranowo Diserbu Netizen

REDAKSIINDONESIA-Aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Jawa Tengah menjadi isu yang santer dibicarakan karena dianggap tidak adil bagi banyak pihak. Karenanya, sejumlah postingan akun Instagram Gubernur Jateng dibanjiri komentar dari mereka yang memprotes kebijakan PPDB.

 
Postingan pada akun IG @ganjar_pranowo saat dia mengunjungi anak berkebutuhan dibanjiri komentar sebanyak 10.000 lebih. Postingan tentang pengaduan PPDB pun sekitar 10.000 komentar yang rata-rata protes soal PPDB yang tidak adil. Dan komentar terus bertambah.
 
Untuk diketahui, PPDB mulai tahun ini dikelola dan diadakan serentak oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Aturan PPDB yang paling dikeluhkan adalah adanya jaminan langsung diterima bagi anak keluarga miskin (Gakin). Mereka yang melengkapi dokumen pendaftaran dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sekolah wajib langsung menerima gakin minimal 20% dan bisa lebih banyak lagi. Kuota gakin menggeser para peserta yang nilainya tinggi menjadi terlempar dari sekolah tujuan.
 
 
 
Apalagi penggunaan SKTM dan KIP sebagai surat sakti tidak mempedulikan apakah dari daerah setempat yang masuk rayon sekolah atau luar rayon/luar kota. Sehingga banyak calon peserta gakin luar kota, Padahal aturan  hanya bisa menerima siswa luar kota 7% dari daya tampung. sehingga gakin luar kota, selain menggeser peserta dalam kota juga menggeser peserta luar kota yang kuotanya sudah sangat sempit. 
 
Belum lagi soal kebijakan zonasi, yang merugikan siswa di perbatasan, karena berdasarkan data kependudukannya masuk wilayah luar kota. Siswa perbatasan biasanya memilih sekolah di luar zona karena lebih dekat jaraknya dari tempat tinggal. Hal lain yang diprotes adalah tambahan poin untuk anak guru dan  prestasi yang tidak ada hubungannya dengan akademis. 
 
Masyarakat mencurigai kuota gakin dipermainkan. Akun @bagasmira mengungkapkan, "Ke sekolahnya pakai mobil mewah, pakaian rapi berdasi kok daftar sekolahnya pakai SKTM? Doain aja biar terkabul keinginan ketidakmampuannya."
 
Akun @riska5093 menyatakan, "Pak, masak iya dari 108 siswa yang daftar, 85 berasal dari siswa miskin. kan nggak masuk akal. gara-gara ini saya nggak masuk Akuntansi. Di Administrasi pun ada 60 siswa miskin. Trus nasib saya bagaimana? Bapak tahu nggak betapa susahnya saya berjuang. Nek hampir semua miskin, kok jalanan macet oleh mobil mewah? Mosok yang dafar pake mobil semua kok pakai KIP? Pak @ganjar_pranowo, teganya dirimu."
 
Akun @nurul,muslika menyatakan, "Sia-sia nilai UN dan NA kami bagus kalau tersingkir oleh mereka yang punya KIP. Karena sekarang sekolah favorit pun dipenuhi orang yang pakai KIP. Kami yang bermodal NEM dan otak tak berguna." 
 
Akun @lilydalilah_ menuturkan, "Saya mengerti Pak. memprioritaskan warga miskin agar mereka dapat sekolah dan memeratakan level sekolah. Tapi pak, ada siswa yang mendaftar di suatu sekolah lalu karena tidak lolos dipidah ke sekolah lain, dengan SKTM. Pak, saya cuma minta dicek keabsahan SKTM milik mereka. kasihan teman-teman yang tidak lolos."
 
Akun Akun @cris.tyy memprotes, "Hancur dong negara ini sebentar lagi kalau kayak gini. Pak, kalau yang pinter kalah sama SKTM berarti pendidikan di Indonesia nggak penting lagi dong. Respek sama yang gak mampu itu gak salah. tapi ya dibuat keringanan biaya sekolah saja, jangan langsung diterima di sekolah tujuan, karena ini merugikan kami yang benar-benar memperjuangkan UN, yang sudah sekolah selama 3 tahun." 
 
Akun @risky_hs lantang mengusulkan, "Ulang PPDB"
 
Masih banyak komentar senada, dari yang kasar, datar hingga yang santun. Dari berbagai komentar ada juga yang melucu sembari menyindir, dengan mengusulkan "give away" karena komen sudah 10.000 lebih, dan karena makin terkenal, gubernur akhirnya jadi selebgram. Tidak hanya itu, tema PPBD terutama soal fenomena gakin juga pembicaraan utama warga Jateng di Facebook dan grup-grup WA.
 
(Redin)
Thursday, June 15, 2017 - 05:15
Kategori Rubrik: