PPDB DKI Jakarta

ilustrasi

Oleh : Aisha Rara

Aye gak habis pikir apa yang ada dalam pikiran Anies dan Nahdiana selalu ketua Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor 501/2020 tentang PPDB Tahun Ajaran 2020/2021 yang mengatur soal seleksi usia.

Meskipun aturan tentang seleksi usia tercantum dalam Permendikbud mengenai sistem zonasi PPDB, namun teknis pelaksanaannya telah melangkahi aturan tersebut. SK seharusnya mengacu kepada Permendikbud sehingga tidak saling bertentangan.

Setidaknya aye melihat ada beberapa pelanggaran yang dilakukan Kadisdik DKI, yaitu:

1. Permendikbud No. 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) memastikan Penerimaan Peserta berdasarkan sistem zonasi. Dalam juknis yang ditentukan, PPDB tahun 2020 berbeda dengan tahun 2019. Jika tahun 2019, 80% peserta yang diterima berdasarkan jalur zonasi (jarak) dan 20% lainnya baru berdasarkan prestasi siswa dan alasan khusus (seperti siswa pindahan), maka skema kuota jalur zonasi PPDB 2020 berubah menjadi: jalur zonasi 50 persen, afirmasi 15 persen, pindahan 5 persen dan jalur prestasi 30 persen.

Hal ini demi memenuhi rasa keadilan bagi siswa berprestasi yang telah berusaha keras untuk mendapatkan sekolah negeri bersarana dan prasarana unggul.

2. Dalam Pasal 25 Permendikbud tertulis:

"Jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sama, maka seleksi untuk pemenuhan kuota/daya tampung terakhir menggunakan usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan surat keterangan lahir atau akta kelahiran."

Maka berdasarkan aturan tersebut, langkah pertama PPDB seharusnya tetap berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah, baru usia. Bukan malah menjadikan usia sebagai penentu utama penerimaan siswa.

Maka wajar jika banyak wali murid yang keberatan dengan aturan baru yang ditetapkan dalam PPDB DKI Jakarta. Apalagi jika penerapannya dilaksanakan secara dadakan seperti ini

Harusnya Pemprov lewat Disdik DKI Jakarta membuka mata bahwa hanya sedikit dari Sekolah Dasar Swasta (SDS) yang menetapkan batas usia minimal 7 tahun untuk penerimaan murid baru seperti di Sekolah Dasar Negeri. Sekolah swasta seperti SDIT dan Muhammadiyah memberlakukan batas usia minimal 5 tahun 10 bulan s.d 6 tahun. Hal ini menyebabkan banyak lulusan mereka yang kini masih berada dalam rentang usia 11 s.d. 12 tahun sehingga langsung terdepak di sistem daring PPDB meski berprestasi tinggi.

Belum lagi masalah yang harus dihadapi siswa akselerasi. Siswa-siswa yang memiliki kecerdasan dan kemampuan di atas umurnya dan sering mengharumkan nama bangsa dengan menjuarai olimpiade pendidikan kini harus menelan pil pahit karena tidak bisa sekolah. Kenapa? Karena tidak semua orangtua mampu menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta yang bagus.

Covid-19 telah menghantam hampir seluruh sendi kehidupan di berbagai lapisan masyarakat. Bukan tidak mungkin mereka yang tadinya masuk dalam golongan menengah atas sehingga mampu menyekolahkan anaknya di SD bonafit kini AMBRUK dan berharap anaknya bisa masuk sekolah negeri.

Bayangkan, orangtua yang dulunya mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk memoles prestasi anaknya di usia dini dengan harapan bisa melanjutkan ke sekolah unggulan kinipun harus menerima nasib bahwa anaknya tidak dapat diterima saat keadaan ekonomi mereka tidak sebaik dulu. Terlebih alasannya bukan karena ananda tidak mampu bersaing, namun karena faktor usia.

Untuk itu ada baiknya Anies dan Nahdiana berembuk untuk menunda bahkan mencabut SK Gubernur No.501 tahun 2020 serta memperbaharui juknis pelaksanaannya di lapangan. Kembalikan aturan berdasarkan Permendikbud demi memenuhi rasa keadilan para peserta didik. Mereka yang telah berusaha keras sudah seharusnya mendapatkan hak dan value dari usahanya tersebut. Bukan tersingkir hanya karena ATURAN MENTAH YANG DITERAPKAN SECARA TERBURU-BURU!

Ttd. Rara
Orangtua Siswa yang berharap ada wakil rakyat yang mendengar suara publik dan berani menentang kebijakan Anies. Bukan bersikap pragmatis, menutup mata dan telinga karena khawatir bersebrangan dengan petahana yang diusung.

BERSUARALAH PARA WAKIL RAKYAT!!!

Sumber : Status Facebook Aisha Rara

Saturday, June 27, 2020 - 19:30
Kategori Rubrik: