Post Truth; Strategi 02 yang Menjungkirbalikkan Akal Sehat

Oleh: Rudi S Kamri

 

Tahukah Anda tentang strategi politik "POST-TRUTH" atau biasa kita sebut politik pasca-kebenaran disebut juga politik pasca- fakta ?

POST-TRUTH adalah budaya politik yang perdebatannya lebih mengutamakan emosi dan keluar dari inti kebijakan. POST-TRUTH menempatkan kebenaran pada prioritas kedua. Secara singkat POST-TRUTH adalah suatu bentuk ujaran kebohongan yang dilakukan berulang-ulang secara masif dan sistematis tanpa mengharapkan klarifikasi atau konfirmasi dari pihak yang diserang.

 

 

Strategi utama Politik POST-TRUTH adalah menembak dan menyerang rujukan informasi publik seperti media massa mainstream atau pusat informasi negara atau sumber informasi resmi lainnya. Tujuannya adalah untuk mengacaukan atau mendistorsi kepercayaan masyarakat terhadap kebenaran informasi dari pemerintah atau institusi resmi lainnya.

Strategi politik jahat ini banyak digunakan oleh beberapa politisi busuk di berbagai belahan dunia. Yang paling mengemukan dilakukan DONALD TRUMP pada Pilpres Amerika Serikat pada tahun 2016 dan JAIR BOLSONARO di Brazil tahun 2018.

DONALD TRUMP saat kampanye melakukan pembusukan kebenaran diantaranya dia menyebut angka penurunan kemiskinan Presiden Barack Obama adalah tidak benar dan menuding CNN memproduksi 'Fake News' atau berita palsu. Padahal sejatinya Donald Trump sendiri yang sedang melakukan kebohongan. Tapi karena kebohongan tersebut dilakukan berulang-ulang secara masif sehingga rakyat Amerika Serikat terperdaya. Dan sekarang rakyat Amerika Serikat baru menyadari bahwa mereka korban dari politik POST-TRUTH dari Donald Trump. Penyesalan datang terlambat.

Hampir sama dengan Donald Trump, pada saat Pilpres Brazil tahun lalu, JAIR BOLSONARO menggunakan strategi busuk POST-TRUTH. Dia munculkan kembali hantu ancaman komunis untuk menakut-nakuti rakyat. Karena informasi hantu komunis ini dilakukan secara masif dan terus berulang-ulang dan dia memposisikan diri sebagai sosok penghadang komunisme, sehingga rakyat Brazil rakyat Brazil tertipu sehingga memilih dia jadi Presiden. Padahal ancaman komunisme itu hanya ancaman palsu hanya untuk menakut-nakuti rakyat. Lagi-lagi rakyat tertipu oleh politikus busuk.

Pola yang sama saat ini juga dilakukan oleh Kubu Paslon 02 Pilpres Indonesia 2019. Sejak dari awal mereka menggunakan strategi busuk POST-TRUTH. Sebagai contoh Kivlan Zein menakut- nakuti rakyat dengan bangkitnya hantu komunis yang tidak pernah ada buktinya. Prabowo menakut-nakuti rakyat bahwa Indonesia akan bubar, kalau dia tidak terpilih Indonesia akan punah. Prabowo teriak keras mengajak masyarakat untuk tidak percaya dengan Pers dan lain-lain.

Sedangkan Sandiaga juga berulang-ulang mengutarakan data palsu dan HOAX tentang jumlah Tenaga Kerja Asing, Angka Kemiskinan yang semuanya dimanipulasi tidak sesuai dengan data yang sebenarnya. Sandiaga dimana-mana menyuarakan kebohongan bahwa rakyat Indonesia saat ini hidup susah, ekonomi sulit dan pengangguran dimana-mana. Padahal fakta dan realitanya jauh dari HOAX yang diproduksi Sandiaga Uno.

Timsesnya juga melakukan hal yang sama. Sebagai contoh HOAX 7 kontainer kertas suara yang telah dicoblos. Emak-emak di lapangan menyebarkan informasi palsu bahwa kalau Jokowi menang adzan akan dilarang, pelajaran agama dihilangkan dll. Melalui masjid para ustadz dan ustadzah abal-abal menyuarakan hal serupa ditambah fitnah bahwa Jokowi akan melegalkan perzinahan dan LGBT.

Rocky Gerung dll melalui mimbar kampus mencuci otak mahasiswa dengan kabar palsu bahwa Pemerintahan Jokowi salah dan dungu dalam mengelola negara. Dan yang terbaru kelompok mereka berusaha mendelegitimasi KPU dan menyebarkan ketakutan bahwa Pemilu bakal berlangsung curang. Dengan membuat tagar SOS dll.

Jadi semua yang dilakukan oleh Kubu 02 di atas adalah strategi POST-TRUTH yaitu melakukan pembusukan kebenaran melalui ujaran-ujaran kebohongan yang dilakukan secara berulang- ulang dan masif serta disuarakan oleh semua orang dari kelompok tersebut secara sistematis dengan pembagian kerja yang diatur sedemikian rupa dari 8 arah penjuru mata angin.

Saya berharap rakyat Indonesia lebih cerdas dan lebih waspada dibandingkan dengan rakyat Amerika Serikat atau Brazil. Jangan mau kita ditipu oleh para politikus busuk yang menghalalkan segala cara. Ingat masa depan kita, keluarga kita dan anak cucu kita. Jangan pernah kita terperdaya oleh kelompok Penjahat Kekuasaan.

Kita lawan strategi politik POST-TRUTH dengan politik REAL-TRUTH yang mengutamakan kebenaran dan kebersihan nurani. Jangan biarkan kejahatan mengalahkan KEBENARAN.

Caranya ? Satu-satunya jalan adalah : 
Kita menangkan Jokowi dan Ma'ruf Amin pada tanggal 17 April 2019 nanti !!!

Salam SATU Indonesia,
Rudi S Kamri
23032019

Sunday, March 24, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: