Post Islamisme Rp 500 M

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Adalah Partai Kaos Sablon yang bikin Pangudi Luhur dan George Washington University setara dengan pesantren Gontor dan Al Azhar. Tapi wajar kalau partai provokator ini harus komentar soal Sandi yang jadi wakil presiden. Sudah tidak ada jalan lain untuk bertahan kecuali menjadi pengekor dan penjilat pantat.

Pernyataan dibawah ini sebenarnya untuk menyakinkan kader-kadernya yang bodoh untuk tunduk sepenuhnya pada perintah junjungannya.

"Saya kira beliau seseorang yang memang hidup di alam moderen, tetapi beliau mengalami proses spiritiualisasi dan Islamisasi, sehingga saya bisa mengatakan saudara Sandi adalah merupakan sosok santri di era pos-Islamisme. Dia benar-benar menjadi contoh pemimpin muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman," tutur si Sohibul.

Kader-kader partai ini sudah dididik ala robot. Kecerdasan bukan yang utama. Tapi ketaatan mutlak. Termasuk nantinya tertawa gembira ketika diminta tenggelam bersama partai kardus ini di lautan ganas Pileg dan Pilpres, sambil berteriak jihad.

Sudah sejak lama, mereka anggap perjuangan mempertahankan kekardusan partai ini adalah tabungan untuk masuk surga.Bagian dari akidah yang mereka yakini meskipun sampai mencret-mencret.

Sungguh kebodohan yang teramat sangat. Termasuk kilahan mereka bahwa omongan dobol ketuanya adalah bagian dari strategi pemenangan dengan warna Islam.

Padahal semua orang tahu, ucapan dobol itu setelah ada kepretan 500 Milyar.

Puiihhh..

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Saturday, August 11, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: