Portal Piyungan Tetap Seperti PKS Piyungan, Fitnah yang Utama

 

Oleh: Alif Anugrah

Sudah jamak kita tahu salah satu partai yang hobi menyebarkan fitnah pada pemerintahan Joko Widodo  salah satunya Partai Keadilan Sejahtera, meski tidak bersikap secara resmi. Bisa dicontohkan pembenci Jokowi yang berada di garda depan dari kelompok PKS yakni situs Pkspiyungan.com dan Jonru. Keduanya hamper tak berhenti menuliskan berita miring terkait pemerintah.

Belum lama ini, 21 Desember 2015 lalu, Presiden PKS Sohibul Iman dengan jajarannya menemui Presiden Joko Widodo di  Istana Merdeka. Pascapertemuan, Presiden PKS menyatakan PKS yang berada di Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai oposisi loyal karena Presiden yang berasal dari PDI Perjuangan ada dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Tentu pertemuan ini berefek pada sikap kader PKS di akar rumput (grassroot) termasuk media-media yang berafiliasi. Sebut saja Jonru (hater Jokowi sampe mati) yang kebakaran jenggot dengan menyatakan bahwa akan keluar dari PKS bila partai itu mendukung Jokowi.

Sebelumnya, Sohibul juga mewanti-wanti agar kader mereka mengembangkan akhlakul karimah (sikap yang sesuai nilai-nilai Islam seperti akhlak Rasulullah. Menjauhi sikap benci, sombong, apalagi menyebarkan fitnah). Mereka bahkan membantah orang maupun situs yang hobi menyebar fitnah merupakan kader PKS.

Tak sampai sebulan, sebuah situs yang kondang berafiliasi dengan PKS, yaitu pkspiyungan.org tiba-tiba berganti menjadi portalpiyungan.com. Meski demikian, secara konten tidak ada yang berubah sama sekali dari pkspiyungan.org. Isinya menyerang pemerintah, mengadu domba, memfitnah sesama muslim serta unggahan provokasi yang lain. Artinya, secara substansi tidak ada bedanya portalpiyungan.com dengan pkspiyungan.org.

Kita harus hati-hati dengan model ganti baju seperti mereka (situs pks). Jangan sampai masyarakat terutama orang Islam terpengaruh model munafik seperti PKSPiyungan dan Jonru. Mengapa kita bisa menganggap begitu? Sejarah membuktikan PKS selalu turut dalam partai yang berkuasa. Bagaimana bisa kebiasaan itu sejak partai tersebut berdiri kini harus jadi oposisi?

Sebenarnya, sudah lama diinternal PKS sendiri timbul pro-kontra atas situs ini sebab berita yang diunggah tidak mencerminkan sikap muslim yang sesungguhnya. Situs ini juga menyebabkan banyak kadernya yang memahami Islam secara benar keluar dari PKS. Termasuk beberapa pendiri Partai Keadilan menyayangkan perkembangan partai yang justru tidak mencerminkan sikap-sikap sesuai ajaran agama Islam. Sohibul Iman sendiri harusnya lebih tegas, mau ke arah mana partainya akan dibawa. Belum lagi ketika kasus papa minta saham muncul, seharusnya bisa menjadi titik balik PKS kembali ke jalan yang benar.

Perilaku simpatisan-kader PKS maupun Jonru ya begitu. Seakan-akan tidak berhubungan dengan partai, tapi faktanya mereka masih mendukung secara penuh dan menebar kebencian kepada pemerintah yang sah. PKS tidak bakal menjadi partai besar bila perilaku mereka tidak kembali atau mencontoh akhlakul karimah Rasulullah. Kebencian, iri, dengki apalagi fitnah justru akan makin menjerumuskan mereka ke neraka keterpurukan politik.

Tobatlah PKS

 

Sumber: piyunganonline

Tuesday, January 5, 2016 - 07:00
Kategori Rubrik: