POP Kemdikbud & Tantangan Problem Pendidikan

ilustrasi

Setelah melihat ILC tadi malam, saya makin yakin bahwa POP/program-organisasi-penggerak Kemendikbud banyak bolong2nya. Mulai dari perencanaan & konsep (visi, misi, tujuan), transparansi dan akuntabilitas eksekusi (proses seleksi, pendaftar yang keterima dan program yang diajukan, konflik kepentingan dll) sampe hal-hal lain.

Seperti sense-of-crisis dan simpati-empati Kemendikbud terhadap siswa dan ortu-siswa miskin dan atau di pelosok yang terdampak covid-19, serta skala prioritas penanganan problem pendidikan oleh Kemendikbud di era pandemi covid-19; terutama carut-marut PBJJ/program belajar jarak jauh yang butuh penanganan cepat dan tepat.

Dari diskusi ILC tadi malam alternatifnya ada 3: POP tetep jalan tapi re-focusing, ditunda, dibatalkan. Klo menurut saya POP Kemendikbud lebih baik ditunda dan atau dibatalkan saja.

Sumber: https://m.kumparan.com/…/muhammadiyah-respons-nadiem-minta-…

https://m.detik.com/…/nadiem-minta-maaf-lp-maarif-nu-kukuh-…

Oleh karena itu, saya setuju Muhammadiyah & NU bilang maaf-nya menteri Nadiem Makarim itu baik, tapi mereka tetap tidak akan ikut POP klo tetap dilanjutkan/dilaksanakan. PGRI juga kliatannya tetap tidak akan ikut.

Ini soal sikap. Danke

Sumber : Status Facebook Suratno Muchoeri

Thursday, July 30, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: