Poor General

PKS dan PAN sudah memiliki agenda tersendiri untuk pilpres 2019 nanti. Mereka tidak lagi sebagai “Yes Boss” tapi mulai menunjukan jatidiri kelompoknya. Apalagi Saat mantan Panglima TNI agak sedikit merapat kekubu mereka, itu seolah amunisi baru untuk mereka. Disisi lain PS pun seperti mendapat saingan. Disinilah awalnya kegamangan PS. Terlebih saat GN dengan percaya diri mengajukan diri sebagai capres bahkan menawarkan diri ke Partai Gerindra.

Dengan sokongan finansial dari seorang tauke, juga masih kuatnya pengaruh GN di tubuh militer, PS merasa dikhianati oleh kelompok2 yg diharap mendukungnya secara penuh. Menyanding2kan GN dgn tokoh mereka sebagai capres dan cawapres adalah tekanan psikologis politik untuk PS. Sakit hati gak sih gebetan ngelirik2 yg lain..?

Lantas kenapa target mereka RI-2, bukan yg lebih tinggi..?
Itu karena mereka sadar, meski dilingkungan masyarakat mereka sudah memperoleh dukungan tapi mereka masih membutuhkan dukungan dari pihak militer. Jadi PS dan GN lah sebagai cantolan mereka untuk mendapat dukungan militer.

Tapi dibanding PS, GN lebih fresh dan murni menyelesaikan tugas militer dengan pangkat bintang empat. Bukan pecatan bintang tiga ditambah dosa2 masa lalu. Kenyataan ini juga membuat PS bertambah galau dan panas dingin. Diberi Bintang Toedjoeh pun, tidak bisa menyembuhkannya.

Bagaimana mereka akan membangun negeri ini kalau belum terpilih saja mereka sudah saling sikut2an dan menyingkirkan antar mereka sendiri. Jangan2 bila sudah terpilih, rakyatlah yg akan mereka singkirkan.

Rakyat Indonesia itu butuh pemimpin yg memikirkan rakyat bukan yg memikirkan posisi nyaman untuk kelompoknya saja.

#SayaMahMikirinJokowiAjah

– Tyva –

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *