Poor General

Ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Ingat dulu saat saat kampanye pilkada DKI..??
Dengan gagahnya Prabowo Subianto mengatakan, "Jika ingin Prabowo Subianto jadi Presiden, pilih Anies-Sandi."
Dan para pendukungnya pun bersorak dan bermimpi, bahwa pada pilpres 2019 nanti, mantan Danjen Kopassus ini akan mulus berjalan menuju kekuasaan sebagai RI-1.

Pendukungnya terbius dan tidak sadar bahwa pertarungan terbesar yg terjadi bukan hanya antara Jokowi dengan kelompok mereka, tapi terjadi juga didalam kubu mereka sendiri.

Saat itu masing2 kelompok menyumbang kekuatan yg mereka miliki. PS saat itu punya kekuatan finansial yg cukup besar, PKS punya masa yg cukup militan untuk menggerakkan masa melalui isu agama dan PAN masih punya pengaruh disalah satu organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah. Mereka bersatu dengan segala cara untuk meraih suatu kemenangan

Tapi itu dulu, kini saat target mereka adalah kekuasaan yg lebih besar, mereka saling sikut dan membuat sang ksatria galau bak seorang jomblo yg dibebankan banyak syarat saat ingin dipinang.

PS tidak ragu dengan dirinya, seorang mantan tentara dibekali kepercayaan yg cukup tinggi jika melawan musuh, tapi yg membuat PS ragu adalah terjadinya pemberontakan dan perlawanan dikelompok mereka sendiri. Pepatah mengatakan sop kaki temen lebih nikmat daripada sop kaki onta.

PKS dan PAN sudah memiliki agenda tersendiri untuk pilpres 2019 nanti. Mereka tidak lagi sebagai "Yes Boss" tapi mulai menunjukan jatidiri kelompoknya. Apalagi Saat mantan Panglima TNI agak sedikit merapat kekubu mereka, itu seolah amunisi baru untuk mereka. Disisi lain PS pun seperti mendapat saingan. Disinilah awalnya kegamangan PS. Terlebih saat GN dengan percaya diri mengajukan diri sebagai capres bahkan menawarkan diri ke Partai Gerindra.

Dengan sokongan finansial dari seorang tauke, juga masih kuatnya pengaruh GN di tubuh militer, PS merasa dikhianati oleh kelompok2 yg diharap mendukungnya secara penuh. Menyanding2kan GN dgn tokoh mereka sebagai capres dan cawapres adalah tekanan psikologis politik untuk PS. Sakit hati gak sih gebetan ngelirik2 yg lain..?

Lantas kenapa target mereka RI-2, bukan yg lebih tinggi..?
Itu karena mereka sadar, meski dilingkungan masyarakat mereka sudah memperoleh dukungan tapi mereka masih membutuhkan dukungan dari pihak militer. Jadi PS dan GN lah sebagai cantolan mereka untuk mendapat dukungan militer.

Tapi dibanding PS, GN lebih fresh dan murni menyelesaikan tugas militer dengan pangkat bintang empat. Bukan pecatan bintang tiga ditambah dosa2 masa lalu. Kenyataan ini juga membuat PS bertambah galau dan panas dingin. Diberi Bintang Toedjoeh pun, tidak bisa menyembuhkannya.

Bagaimana mereka akan membangun negeri ini kalau belum terpilih saja mereka sudah saling sikut2an dan menyingkirkan antar mereka sendiri. Jangan2 bila sudah terpilih, rakyatlah yg akan mereka singkirkan.

Rakyat Indonesia itu butuh pemimpin yg memikirkan rakyat bukan yg memikirkan posisi nyaman untuk kelompoknya saja.

#SayaMahMikirinJokowiAjah

Tyva -

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Sunday, April 22, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: