Politisisasi Agama Upaya Tingkatkan Fasisme Agama

ilustrasi
Oleh : Tito Gatsu
Para elit politikus busuk di Indonesia yang terlihat jelas sebagai Pelaku pembodohan rakyat adalah politikus asal PKS , seperti Hidayat NurWahid dan Mardani Ali Sera , dan Fadli Zon dari Gerindra mengapa Saya berani mengatakan mereka melakukan pembohongan umat ?
Coba bayangkan Indonesia ini adalah Negara yang Berideologi Pancasila dan menentang Berbagai bentuk Fasisme tapi mereka sangat getol memecah belah rakyat Bahkan mendukung seseorang dan organisasi yang terang -terangan membela teroris , mendukung ISIS menghina tokoh - tokoh Nasional bahkan Presiden yang dipilih rakyat dalam pemilu secara demokratis, mereka seenak perutnya berkata tanpa memikirkan rakyat juga terluka dengan omongan mereka karena Presiden dipilih melalui proses yang demokratis.
Untung mereka Tak Punya kekuatan dan bisanya cuma nyinyir mempermalukan dan memperlihatkan Ketololan diri sendiri jika mereka Punya kekuatan , misalnya ABRI berada dibelakang mereka seperti jaman Orde Baru dan Untung Juga Panglima TNI yang selalu menyebar isyu PKI dengan logika lompat-lonpat serta terindikasi mau mengkhianati Negri seperti Gatot Nurmantyo bukan orang yang cerdas dan Punya wibawa sehingga setiap rencananya yang diindikasikan Ingin menjatuhkan pemerintah selalu bisa ditebak dan gagal , kemudian Untung Kita punya Presiden cerdas ! Bayangkan Presiden selalu bisa memutar balikan keadaan dalam cengkraman dan gerakan yang dicurigai melibatkan Wakil Presiden dan Panglima TNI dengan gangguan demo berjilid- jilid yang Ingin menjatuhkannya .
Coba bayangkan jika GN secerdas Soeharto tentunya korban sudah berjatuhan jangan dikira mereka manusia beradab walaupun Mardani Ali Sera jika bicara terlihat kemayu dan manis manjah tapi mulutnya seperti iblis jika mempengaruhi konsituennya untuk membenci pemerintan , Semoga tidak ada iblis didalam dirinya ! Karena Tak henti-hentinya Menyuarakan kebencian dan perpecahan bangsa !
Indonesia Kita anggap masih menjadi Negara terbelakang ketika politisasi Agama marak dinegri ini apalagi baru 3 bulan yang lalu Kita mendengar pemenggalan Kepala di Sulawesi Tengah dan pembakaran sebuah gereja, lalu ada seorang penipu yang menganggap dirinya Imam Besar memprovokasi dan mengancam Akan terjadi pemenggalan Kepala, hmm kebiadaban terang benderang yang dibiarkan yang mengusik hati nurani dan keadilan bagi rakyat Indonesia , lalu ini tanggung jawab siapa?
Jelas ini adalah tanggung jawab pemerintah yang tidak kunjung bersikap tegas kepada para provokator yang selalu menggaungkan Fasisme berselubung agama kemudian para politisi Busuk yang mendisain seseorang menjadi imam Besar untuk memprovokasi dan membodohi rakyat sungguh mereka tidak berfikir bagaimana akibatnya untuk masyarakat kecil , sesungguhnya mereka memang kaum biadab yang memang harus dilenyapkan dari bumi tercinta Indonesia ini.
Tak bisa dipungkiri semua orang pada dasarnya Ingin punya hak untuk maju dan hal ini tidak mungkin bisa terlaksana oleh Fasisme , karena dalam prinsip fasis Kebijakan hanya dikuasai oleh segelintir orang atau kelompok. Rakyat jelata hanya bisa pasrah dan tak Punya hak untuk mempersoalkan Kebijakan Pemimpin.
Musuh dari demokrasi adalah Fasisme gaya baru yang merupakan keserakahan dan keinginan untuk berkuasa secara dengan cara merekayasa masyarakat atau social engineering dengan simbol-simbol imajiner .Seperti Ulama padahal kriteria Ulama tidak jelas, Imam besar yang memang kriterianya juga tidak jelas.
Kemudian surga dan neraka hingga gangguan yang Akan terjadi menurut khayalan yang memang sudah didisain , misalnya kebangkitan PKI, Negara Thogut Indonesia Negara miskin dan sebagainya padahal yang memanas manasi seseorang provokator bicara orang-orang yang sekian puluh Tahun merampok uang Negara dan bergelimpangan dalam kehidupan yang mewah. Semua adalah usaha membangkitkan kembali Fasisme untuk melawan Demokrasi sehingga kekuasaan bisa dikuasai sekelompok orang seperti jaman Orde Baru.
Tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia adalah Negara kaya yang penuh dengan limpahan sumber Daya Alam bayangkan sebuah negara dengan gugusan kepulauan yang disebut Sunda besar, meliputi Sumatera , Jawa , Kalimantan, Sulawesi hingga Irian semuanya mempunyai potensi sumber Daya Alam yang langka diseluruh dunia tapi terdapat disemua gugusan Pulau tersebut termasuk juga digugusan Sunda kecil seperti Nusa Tenggara Barat , Nusa Tenggara Timur, Maluku dan sebagainya. Punya sumberdaya alam dari mulai Nikel, emas, minyak batu Bara, Niki besi dan sebagainya belum lagi alamnya yang Indah dan subur dan menjadi destinasi Favorit para turis mancanegara , seperti Bali dan Raja ampat.
Dengan daya tarik Indonesia yang demikian hebat tak bisa dipungkiri menjadi daya tarik dunia dan kaum kapitalis , Indonesia bisa dikuasai Belanda , Inggris, Amerika Serikat selama berabad-abad bahkan Belanda bisa menjadi Negara berdaulat berubah dari VOC yang tadinya bagian dari Kerajaan Inggris dengan mengeruk kekayaan Indonesia , begitu juga Amerika Serikat bisa menjadi Negara super power juga Karena minyak Riau (mereka mengeksplorasj berabad-abad dengan konsesi pemerintah Belanda dalam rangka balas jasa melepaskan diri dari Inggris) dan emas Papua yang Atas balas jasa penggulingan Soekarno oleh Orde Baru.
Betapa malangnya bangsa Kita hingga Merdeka Sudah 55 Tahun Masih juga dibodohi bahkan sekarang dibodohi oleh bangsanya sendiri dengan menampilkan keturunan Arab yang Tak tau malu terus membodohi bangsa Kita.
Jika masyarakat tau sejak berabad-abad lamanya Belanda menjajah Indonesia selalu dengan memecah belah agama rujukannya agar masyarakat Kita bodoh dan lebih mementingkan agamanya daripada kebangsaan! Hal ini diutarakan oleh Tan Malaka dalam bukunya Republikken Indonesien yang diterbitkan Tahun 1925 dan madilog yang diterbitkan Tahun 1943 , beliau berpendapat Tak Akan merdeka cara berpikir seseorang jika hanya mengikuti dogma apapun termasuk Agama Karena Akan membuat orang lupa untuk merdeka. Agama adalah urusan pribadi kepada Tuhan dan aturan hubungan antar manusia bukan membatasi pola berpikir seseorang.
Pemikiran Tan Malaka mempengaruhi cara berpikir kaum Nasionalis pada saat Itu dan mendorong munculnya ikrar Sumpah Pemuda pada tahun 1928 dimana para tokoh mengikrarkan satu Tanah air, satu Bangsa, satu bahasa, yaitu Indonesia. Tak ada satu agama. kemudian Bung Karno merunmuskan Pancasila adalah ketuhanan yang Maha esa karena Sudah melihat bahwa kepentingan yang utama adalah kebangsaan.
Belanda dengan politik devide et empera selalu melakukan politisasi Agama untuk memadamkan perlawanan para pejuang di Indonesia, Kita masih ingat perang Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol dimana Belanda memecah belah umat islam bahkan mendatangkan Ulama Wahabi dari Timur Tengah yang memecah belah kaum adat dan kaum Paderi yang tadinya bersatu menghadapi Belanda menjadi terpecah , di Minang kaum adat sangat memuliakan perempuan dengan adat matrilineal yang sebenarnya memacu agar laki laki mau bekerja keras tanpa memikirkan materi.
Sedangkan kaum Paderi yang terdiri dari para pendatang suku mandaeling , jawa dan melayu Riau berpihak kepada kaum wahabi sehingga Imam Bonjol menyerah.
Ucapannya yang populer kepada kaumnya ketika Itu menghadapi perpecahan bangsanya sendiri adalah :
"Adopun hukum Kitabullah banyak lah malampau dek ulah kito juo. Baa dek kalian?" (Adapun banyak hukum Kitabullah yang sudah terlangkahi oleh kita. Bagaimana pikiran kalian?).
Pada saat kaumnya lebih memikirkan hal yang sebenarnya bukan hal yang utama yaitu menghadapi perjuangan melawan kolonial mereka malah berperang sendiri hingga akhirnya Imam Bonjol pun menyerah dan dibuang ke Minahasa kemudian tak bisa lagi berdakwah karena disana penduduknya beragama nasrani.
Kemudian pada perang Aceh dimana Belanda akhirnya memenangkan pertarungan dengan Cut Nyak Dien seorang Pahlawan perempuan yang tangguh dan pemberani, Ulama Wahabi suruhan Belanda sukses mensosialisasikan Al Maidah 51 dan perempuan Aceh wajib berjilbab dan patuh pada suami (mungkin hal ini banyak yang tidak tau , silahkan cari literasi dalam bahasa Belanda dan ada beberapa dalam bahasa Inggris ).
Belum lagi bagaimana Belanda menaklukan Kesultanan di makasar dan Tidore di Maluku, Kerajaan Kerajaan di jawa seperti Brawijaya dan Mataram. Tentu kita pernah ingat tokoh -tokoh seperti Cornelius Speelman, Snock Hergenje bahkan Westerling mereka hadir dengan politisasi Agama memecah belah rakyat Indonesia sehingga Belanda bisa menguasai Indonesia dalam waktu yang begitu lama.
Jadi politisasi Agama sebenarnya adalah musuh terselubung yang mengganggu Persatuan dan nasionalisme sejak dulu dan selalu sukses membodohi rakyat Indonesia, akankah sekarang juga sukses membuat rakyat Indonesia menjadi begitu bodoh? dan terbelakang hanya gara- gara segelintir politikus busuk Indonesia menjadi Suriah?
Padahal Indonesia milik seluruh warga negara tanpa diskriminasi ras suku, agama dan antar golongan semua Punya hak dan kewajiban yang sama orang per orang bukan milik elit politik busuk seperti mereka.
Salam Kedaulatan Rakyat
Sumber : Status Facebook Tito Gatsu.
Saturday, March 6, 2021 - 13:00
Kategori Rubrik: