Politisasi Masjid, Bukti Gagalnya Muslim Fahami Konsep Iqra

Ilustrasi

Oleh : Iwan H Suriansah

ISLAM menjadi besar ketika ummatnya membuka diri untuk berpikir dan memakai akal. Tidak berhenti bertanya dan berusaha menemukan jawabnya.

"IQRA!"

Tetapi mulai menurun kapasitasnya ketika berhenti bertanya dan menafikan perbedaan. Ketika menganggap segala perbedaan sebagai permusuhan. Menganggap yang baku adalah keniscayaan. Sementara dunia terus berputar. Ilmu pengetahuan terus berkembang.

Apa yang BENAR di sebuah jaman, bisa berbeda sama sekali pada jaman yang lain, ketika Ilmu Pengetahuan menemukan jawab yang lebih benar.

Demikian juga dengan hukum-hukum yang dipercayai sebagai sebuah kebenaran.

Pertanyaan yang saya lemparkan di status fesbuk ini mengajak untuk bersama-sama menguji yang telah baku dan mencari yang lebih mendekati kebenaran. Karena saya menyakini kebenaran yang mutlak itu hanya milikNya, Penguasa Semesta Alam.

Kebenaran ini tidak ditemukan pada maki-makian. Pada olok-olok yang menghinakan.

Lebih memalukan apabila olok-olok ini dilemparkan oleh orang yang selain tidak berilmu dan minim pengetahuan, tetapi sekaligus juga tidak cermat dan teliti. Ngotot dengan pendapatnya sendiri, padahal runtutan diskusi yang terjadi tidak terlebih dahulu diikuti dan dibacanya dengan cermat.

Model begini hanya menyebabkan pertengkaran dan perpecahan. Mustahil diperoleh kebenaran dan pencerahan dari pertengkaran semacam ini.

Orang seperti ini hanya mengganggu kedamaian. Tidak ada gunanya sama sekali sebagai teman, tidak bermanfaat sebagai sumber ilmu.

Lebih baik tinggalkan saja!
BLOCK.

Sumber : Status Facebook Iwan H Suriansah

Tuesday, April 24, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: