Politik Indonesia Sok Beragama

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Dunia politik kita hari2 ini dihiasi istilah-istilah yang seakan relijiyes. Padahal ya urusan kekuasaan belaka. Misalnya pemerintah dholim. Dulu istilahnya otoriter. Mirip. Tapi istilah dholim punya konotasi 'musuh agama'. Orang seakan sedang berjihad ketika memusuhi pemerintah.

Lalu ijtimak ulama, sebenarnya ya pernyataan biasa dari sekelompok orang. Tapi dengan istilah 'ijtimak' seakan membawa misi agama. Padahal ya cuma urusan kekuasaan biasa. Istilah 'ulama' digunakan sebagai pengganti 'petualang politik berjubah'. Dengan istilah ulama pasti akan lebih menarik massa.

Istilah 'fitnah' mengganti 'tuduhan'. Hijrah padahal cuma ganti baju. Istilah khilafah ya cuma sistem pemerintahan. Tapi seakan bau surga.
Penggunaan jargon2 Arab ini telah menarik dan mempengaruhi orang karena merasa sedang berjihad di jalan Tuhan. Padahal mereka tak lebih cuma dimanfaatkan untuk mendukung nafsu kekuasaan. 

Kata2 Allahu Akbar pun mengalami perubahan makna yang drastis. Kadang diobral lebih murah dari kacang goreng. Masih lumayan kacang enak dimakan, ini.malah seperti racun.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Thursday, May 16, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: