Politik Genderuwo Bikin Oposisi Baper

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Pihak oposisi ternyata baperan dan sangat reaktif, apapun yang dikatakan Jokowi langsung ditanggapi dan digoreng sampe gosong. Tapi tak berfikir bila banyak diantara mereka justru kerap nyinyir dengan pernyataan yang tak realistis, bahkan bikin resah.

Baru bilang 'Gebug' langsung ribut, padahal itu ditujukan untuk melenyapkan PKI yang kerap mereka lontarkan sendiri. Muncul 'Sontoloyo' juga langsung pada berisik walau itu bersifat manusiawi saat seseorang sudah sangat jengkel karena kerap dihina, disindir, difitnah, dan ada fakta yang diputarbalikkan.

Kini saat muncul istilah 'Politik Genderuwo' pun langsung heboh. Padahal itu ditujukan kepada siapapun tanpa kecuali bahwa politisi yang kerap mengumbar pesimisme dan menakuti-nakuti rakyat, terlebih tak didukang data yang valid, serta tak sesuai realita, maka ia memang layak disebut menerapkan politik genderuwo.

Jadi kalau tak merasa tentulah tak perlu baper dengan mengatakan didukung ulama. Bukankah Jokowi jauh lebih banyak lagi dukungan ulama, bahkan wakilnyapun seorang ulama. Lalu mengatakan sebagai pejuang dan kerjo legowo. Bukankah belum kerja dan belum berjuang karena belum memenangkan pilpres? Lagian yang namanya legowo itu ya iklas tanpa pamrih, serta mau berkata sesuai realita.

Lebih lucu lagi bila PKS menyematkan itu justru ke penguasa. Memangnya penguasa begitu menakutkan bagi PKS? Makanya berpolitiklah yang beretika dengan adu program yang berbasis ide dan gagasan yang pro rakyat, serta tak perlu menjual isu kemiskinan, isu SARA, menyudutkan lawan politik dengan data yang tak relevan, dan yang pasti berkontestasilah yang sehat dengan tetap menjaga persatuan bangsa, serta berpolitik itu harus 'Gembira.'

"Salam NKRI Gemilang"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Sunday, November 11, 2018 - 18:30
Kategori Rubrik: