Politik Bawa Nama Tuhan

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Nggak mungkin Allah tidak meridhoi langkah kami sehingga dalam setahun kami bisa bikin 4 ijtima' Begitu kira2 Martak bilang di TV One dua hari lalu.
Politik bawa2 Allah itu sangat berbahaya. Jika salah, mengklaim wakil Allah, nggak mungkin disalahkan. Jika dikritik, bawa nama Allah, pengkritik akan diberantas atas nama Allah. Jika diambil tindakan bilang kriminalisasi ulama. Bahaya kan kalau suatu kelompok mengklaim sebagai wakil Tuhan lalu seenaknya mengatur dunia dengan klaim2 hukum Tuhan, sementara itu hanya hasil tafsirnya sendiri? Diambil tafsir2 yang enak buat kepentingannya.

Nggak mungkim Allah nggak meridhoi sampai tukang mebel jadi presiden. Nggak mungkin Allah tidak meridhoi Indonesia bisa berdiri hingga 74 tahun tanpa penerapan syariah. Klaim begini juga bisa kan? Nggak mungkin Tuhan tidak meridhoi saya sehingga semalam saya bisa melayani 4 tamu. Eh tapi pelacur nggak mungkin bilang begitu.

Pelacur mah gentle, dia berbuat gitu atas nama pribadi, tidak narik2 Tuhan. Bisa jadi dia orang baik karena nggak pernah merugikan orang lain.

Sebaiknya berpolitik dengan ikuti aturan yang disepakati bersama. Tidak usah bawa nama Tuhan di dalam urusan kekuasaan dan nafsu2 primitif. Terlalu mulia Tuhan disangkutpautkan. Terlalu berani mengklaim Tuhan untuk urusan kekuasaan. GR banget dirinya seperti penafsir kehendak Tuhan yang paling shahih.
Jangan2 justru Tuhan suka sekali melihat negara yang melindungi semua manusia ciptaanNya hidup rukun damai saling menolong tanpa embel2 syariah?

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Friday, August 9, 2019 - 18:45
Kategori Rubrik: